Faithful And True (Listen) (Download)
..................................................................................................................
Katolik Irc Friend's Sites:
Webnet #Tambunan IRCPANDUAN MEMBACA ALIKITAB
TIADA TUHAN SELAIN YESUS:
Dalam hubungan dengan nama Allah yang dipersoalkan akhir-akhir ini, kelompok Asal Bukan Allah, selain mereka yang menjadi Pemuja Nama Yahweh (kelompok Nehemia dpp. dr. Suradi ben Abraham), ada juga Pemuja Nama Yesus (kelompok Wisma Gembala dpp. Ir. Posma Situmorang). Apakah keyakinan kelompok terakhir ini?
PEMUJA NAMA YESUS
Sama dengan Pemuja Nama Yahweh, Pemuja Nama Yesus juga memegang asumsi dasar bahwa Nama Allah adalah nama dewa air/bulan Arab masa jahiliah yang kafir, dan berdasarkan asumsi dasar itulah dibangun teologia yang menyebutkan bahwa nama Tuhan kristen adalah Yesus dan sekalipun disebut juga dalam tiga nama, ketiganya juga disebut menunjuk pada Yesus, Yesus Bapa Anak Roh yaitu Yesus yang satu itu. Jadi, dalam pandangan Pemuja Nama Yesus, Tuhan hanya satu yaitu Yesus dan kalau disebut dengan tiga nama sekalipun, ketiganya bernama Yesus pula dan ketiganya ada dalam Nama Yesus yang satu itu.
Berbeda dengan Pemuja Nama Yahweh yang menganggap bahwa Nama Yahweh adalah nama Tuhan satu-satunya, maka bagi Pemuja Nama Yesus, nama Yahweh hanyalah nama malaekat Tuhan (Kel.3:2;Kis.7:35) yang lebih rendah dari Yesus:
Y-H-W-H adalah nama TUHAN; bukan, melainkan nama malaekat-TUHAN yang menjadi sponsor bangsa israel, bangsa yang terhimpit di tengah bangsa-bangsa penyembah berhala. (Wisma Gembala: Nama Mana Rajanamanama,18)
Nama Yahweh dan El dianggap sama dengan berhala:
Tidak ada nama yang setingkat apalagi bertingkat diatas tingkat nama Yesus. Nama-nama YHWH, El, Allah, .... dll, itu semua berada di bawah nama YESUS .... Allah, Yehovah, El Roi, El Shaday ... dan lain-lain, semuanya hanyalah nama-nama berhala yang menyelusup ke dalam Alkitab. (Scriptural Total Ministry: Nama Trinitas, #20,46)
Berlandaskan konsep demikian maka disimpulkan bahwa Yesus Kristus adalah Nama Tuhan satu-satunya yang patut disembah karena Yesus adalah nama Yang Maha Kuasa. Nama ini tidak boleh diubah maupun diterjemahkan.
Pengajaran Pemuja Nama Yesus juga didasarkan kenyataan bahwa para rasul membaptis dengan Nama Yesus, seperti yang dilakukan oleh Petrus (Kis.2:38;10:48), Paulus (Kis.19:5;Rm.6:3), dan Filipus (Kis.8:16). Karena itu, umat Kristen harus dibaptiskan dalam Nama Yesus, karena membaptiskan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus itu tidak sah karena membaptis bukan dalam nama Yesus, apalagi bila disebut dalam nama berhala Allah, namun disisi lain disebut Mat.28:19 menyebut Nama Trinitas adalah Yesus (Wisma Gembala: Gambar Tuhan Andakah Itu ??,31).
Pemuja nama Jahweh berpusat pada Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan berpusat pada Perjanjian Baru:
Para Rasul tidak direpotkan oleh nama-nama ilah-asing! Yakni nama-nama ilah yang tidak tersebut dalam Kitab Perjanjian Baru. YHWH (Yahweh/Yehovah), nama baku dalam KPLama untuk menunjuk Yang Mahapencipta, mereka singkirkan saja. ... Apalagi nama-nama Adonay , El , Elohim , Elloah (dan perubahan lanjutannya: Allah ). Juga Debata , Lawolangi , Tetemanis , Tai Kamanua , dll., pasti kita akan disuruh singkirkan oleh para Rasul! Sebab semua nama-nama sesembahan lokal tidak sama dengan Mahapencipta. Mereka hanyalah Tokoh-tokoh alam-gaib yang tidak sama dengan Yesus Kristus! (Ir.Etsim: Pastikan Mitra Perjanjian Anda,16).
Pemuja Nama Yesus menjadikan Nama Yesus semacam mantra yang berkhasiat bila diucapkan.
ONENESS PENTECOSTAL
Pemuja Nama Yesus mewarisi semangat modalisme dari Oneness Pentecostal yang menyempal dari gereja Assembly of God di Amerika Serikat. Oneness Pentecostal terpengaruh faham Yahudi bahwa nama Tuhan mengungkapkan sifat alamiahnya yang benar, dan kemudian melanjutkan bahwa Tuhan itu nama-Nya Yesus.
Oneness Pentecostal menganggap bahwa Tuhan menyatakan diri melalui Nama Nya, dimulai dari PL, berlandaskan shema (Ul.6:4). Namun, berbeda dengan Sabelianisme yang beranggapan bahwa Tuhan itu satu tapi dalam PL menyatakan diri sebagai Bapa, dalam Injil menyatakan diri sebagai Anak , dan sejak hari Pentakosta menyatakan diri sebagai Roh Kudus secara suksesi, Oneness Pentecostal termasuk simultaneous modalism yaitu menganggap bahwa ketiga sifat itu hadir pada saat yang sama dalam diri Yesus.
Oneness Pentecostal bersifat Yesus sentris, yang bukan inkarnasi Bapa, tetapi dari kekal sampai kekal menyatakan diri dalam Yesus dan mengidentifikasikan dalam Nama-Nya yaitu Yesus. Nama Yesus adalah sentral dan esensial untuk mengenal Allah ( Oneness Pentecostal dalam Burgess: Dictionary of Pentecostal & Charismatic Movements).
Sekalipun mewarisi kesatuan (oneness) dalam nama Yesus, Pemuja Nama Yesus menganggap bahwa Yahweh itu malaekat lebih rendah dari Yesus dan Roh Kudus bukanlah nama, melainkan kata-petunjuk bagi fungsi-ilahi di dalam Pribadi Tuhan (Gambar Tuhan, Andakah Itu??,29), dan Nama Roh Kudus adalah Yesus (Nama Mana Rajanamanama,19).
NAMA ALLAH
Membaca brosur Pemuja Nama Yesus, sekalipun menyinggung istilah teologis, terkesan awam yang digali dari buku dan kamus teologi, dan bukan merupakan studi teologis yang komprehensif & sistematis, ini terlihat dari asumsi dasar yang menyebut nama Allah adalah berhala Arab jahiliah.
Sayang, pandangan ini terpengaruh berat sikap anti Arab/Islam yang kental. Andaikan para Pemuja Nama Yesus mau keluar dari benteng pertahanan mereka, dan mempelajari sejarah bangsa dan sesembahan Semitik dengan benar, tentu mereka akan terbuka untuk melihat bahwa asumsi dasar mereka mengenai nama Allah itu perlu dikaji ulang.
Seperti kita ketahui, nama Allah adalah perkembangan dalam dialek Arab untuk menyebut Il Semitik, sama halnya dengan nama El dalam dialek Ibrani, dan Alaha dalam dialek Aram-Siria. Nama-nama ini dalam bahasa Arab, Ibrani & Aram sudah ada jauh sebelum masa Kristen, masa Jahiliah, dan lebih-lebih masa Islam (abad-7). Bahwa pada masa jahiliah nama itu merosot ditujukan dewa air/bulan, itu bisa terjadi dalam sejarah agama. Di Israel, nama Yahweh/El pernah ditujukan pada Anak Lembu (Kel.32:1-6;1Raj.12:28).
Kelihatannya fanatisme akan nama Yesus menjadikan para Pemuja Nama Yesus itu juga menolak semua nama sesembahan Yahudi yang ada dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani seperti nama Yahweh, Adonai, El/Elohim/Eloah.
NAMA YAHWEH
Nama Yahweh yang jelas disebutkan dalam Perjanjian Lama sebagai nama diri Tuhan disamping nama El dianggap sekedar nama berhala yang menyelusup ke dalam Alkitab.
Petunjuk jelas bahwa kurang adanya pengkajian teologis yang sistematis bisa terlihat dari pandangannya bahwa nama Yahweh hanya sekedar nama malaekat Tuhan yang dianggap lebih rendah dari Yesus. Perlu dimengerti bahwa istilah Malaekat Tuhan dalam kitab-kitab awal Perjanjian Lama (a.l.Kej,16;18;28;32;Kel.3;Yos.5;Hak.6,13;Yes. 63:9,10), sekalipun menggunakan kata sama berbeda pengertiannya dengan malaekat dalam Perjanjian Baru seperti yang bernama Gabriel (Luk.1:19) dan Michael (Yud.1:9).
Malaekat adalah utusan pembawa berita (messenger) dari Tuhan kepada manusia, namun perlu disadari bahwa dalam kitab-kitab awal Perjanjian Lama, Malaekat TUHAN (Malak Yahweh) menunjuk kepada pribadi Tuhan sendiri. Beberapa petunjuk bisa kita lihat sebagai berikut:
Malak Yahweh sering diidentikkan sebagai Yahweh (Kel.3:15) dan El sendiri (Kej.16:13);
Ia berfirman atas Nama-Nya sendiri (Kej.16:10), dan bukan sebagai utusan Tuhan (band. Luk.1:19 dan Yud.1:9);
Ia mau disembah (Yos.5; Hak.13). Ini berbeda dengan malaekat yang tidak mau disembah (Why.19:10;22:9);
Sekalipun demikian, malak Yahweh juga dibedakan dengan Yahweh sebab Ia dapat diminta oleh Bapa sebagai abdi Allah (Hak.13). Ini menunjuk pada Anak Allah sebagai Allah yang menyatakan Diri dan Kehendak-Nya dalam rupa Manusia (band. Yoh.1:18), oknum kedua dari Allah tritunggal, yang berbeda pribadi namun sehakekat dengan Bapa. Yahweh adalah El (Kej.33:20, band. Yos.8:30), dan Yesus membedakan dan menyamakan diri-Nya dengan Elohim (Yoh.1:1, band.Kej.1:1) dan Yahweh ( ego eimi dalam Yoh.8:58 dan band. Kel.3:14 LXX).
BAPTISAN DALAM NAMA YESUS
Pemuja Nama Yesus menganggap bahwa baptisan yang sah harus dilakukan dalam nama Yesus, ini lebih didasarkan catatan praktek baptisan dalam Kisah Rasul. Sekalipun memuja Nama Yesus, namun kenyataannya, perintah agung yang diucapkan Yesus sendiri agar membaptis dalam Nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat.28:19) tidak ditaati dan dianggap adalah dalam nama Yesus sendiri.
Kalau kita melihat rumusan Baptisan dalam nama Yesus secara kontekstual, kita jangan sampai terpukau pada susunan kata-kata saja, tetapi esensi baptisan itu. Baptisan, dimulai dari peristiwa baptisan yang dialami Yesus sendiri dimana hadir ke-3 oknum Allah yang berbeda secara bersama sama, menunjuk kehadiran tiga oknum pribadi yang berbeda dalam keesaan Allah (Mat.3:13-17). Jadi, Mat.28:19 harus dilihat dari terang Allah yang tritunggal namun esa.
Baptisan yang dilakukan Petrus sekalipun diucapkan dalam nama Yesus konteksnya menunjukkan kehadiran Allah Tritunggal (Kis.2:38-39;10:44-48).
Baptisan yang dilakukan oleh Paulus (Kis.19:1-8) konteksnya juga menunjuk pada Kerajaan Allah dan ke159iran Roh Kudus sebagai kesatuan ketritunggalan. Mengenai ayat Rm.6:3, kita dapat melihat konteks kotbah Paulus yang tetap berbicara dalam proses pembenaran oleh Allah Tritunggal karena iman yang menghasilkan keselamatan (Rm.5). Baptisan juga digambarkan sebagai proses kematian dan bangkit dengan Kristus (Rm.6:1-14), proses ini disebutkan oleh rasul Paulus sebagai pekerjaan Roh Kudus yang memperbaharui dimana akan disusul dengan kehadiran Roh Allah yang akan mendiami umat percaya (Rm.8:1-17).
Baptisan yang dilakukan sekitar Filipus cukup menjelaskan kehadiran Allah tritunggal yang perlu hadir dalam pembaptisan seutuhnya. Orang-orang yang bertobat dibaptiskan dalam nama Yesus (Kis.8:16) oleh Filipus, tetapi ini oleh Petrus dan Yohanes dianggap tidak cukup, sebab mereka kemudian berdoa kepada Bapa dan memohon agar Roh Kudus turun ke atas orang-orang itu (Kis.8:14-24).
Jadi dari kasus-kasus pembaptisan yang dilakukan sekitar rasul Petrus, Paulus, dan Filipus, kita dapat melihat bahwa sekalipun mereka hanya menggunakan rumus baptisan dalam nama Yesus saja, itu perlu dikaitkan dalam konteks kehadiran Allah Tritunggal seutuhnya.
Perintah Yesus untuk membaptiskan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat.28:19) bersifat perintah yang menyeluruh dimana ketiga pribadi Allah perlu dihadirkan dalam proses pertobatan dan pembaptisan untuk menjadi bagian dari persekutuan umat percaya. Kalau kedua lainnya adalah nama lain dari Yesus sendiri, tentu Yesus tidak akan memberikan rumus baptisan tritunggal itu.
Namun, sekalipun demikian, dalam praktek para rasul kita melihat variasi dalam saat-saat kehadiran ketritunggalan itu. Dalam ajakan Petrus untuk bertobat dan dibaptis di hari Pentakosta, kehadiran Roh Kudus terjadi sebagai akibat pembaptisan dalam nama Yesus, dan ini disebabkan karena panggilan keselamatan Tuhan Allah (Kis.2:29-40). Namun, dalam pembaptisan Kornelius oleh Petrus, kita dapat melihat bahwa kehadiran Allah Bapa dan Roh Kudus sudah terjadi sebelum dibaptiskan dalam nama Yesus.
Dalam kasus pertobatan Paulus, ia yang sudah percaya Allah Bapa, kemudian perlu diperkenalkan kepada Tuhan Yesus dan penuh dengan Roh Kudus sebelum dibaptiskan dengan air (Kis.9:17-18). Sebaliknya, pembaptisan Filipus dalam nama Yesus (Kis.8:16) dianggap belum cukup dan lengkap karena belum ada kehadiran Roh Kudus, itulah sebabnya kemudian mereka ditumpangi tangan supaya beroleh Roh Kudus. Kalau nama Yesus sudah mencakup juga nama Bapa dan Roh Kudus, tentu kehadiran yang lain (yang dianggap Yesus juga) pada saat berbeda tidak perlu.
Pemuja Nama Yesus mewarisi keyakinan Yahudi yang beranggapan bahwa Tuhan itu Esa, dan mewarisi faham Oneness Pentecostal yang menyebut keesaan itu dalam nama Yesus , namun data-data Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa ke trinitas an itu menunjukkan adanya oknum/pribadi yang berbeda (yang ditunjukkan pada tiga oknum yang bisa hadir bersama-sama dalam peristiwa yang sama. Hk.13 dan Mat.3:13-17) namun sekaligus sehakekat (sering juga disamakan seperti: Roh Kudus = Roh Yesus = Roh Allah). Kematian Stefanus menunjuk pada peristiwa pada saat sama dimana Roh Kudus hadir dalam diri Stefanus dan ia melihat Yesus duduk di sebelah kanan Allah di surga (Kis.7:55-56)
Pengertian tritunggal adalah Tiga oknum/pribadi Allah yang berbeda (Bapa, Anak dan Roh Kudus) namun Esa dan Sehakekat , ini dinyatakan dalam Alkitab sejak awal kitab Kejadian (Kej.1:1-2 band. Yoh.1:1) sampai akhir kitab Wahyu (Why.21;22). Ketiganya ada sejak Alpha dan Omega (Why. 1:8;21:6;22:13) dan Arche dan Telos (Yang Awal dan Akhir, Why.1:17;2:8;21:6;22:13), ketiganya dibedakan, namun ketiganya adalah Allah yang Esa yang sama-sama bekerja dalam penciptaan, penyelamatan, dan penghakiman di Akhir Zaman.
Akhirnya, marilah kita mengucapkan: Amin, Haleluya (Why.19:1,3,4,6) yang artinya Terpujilah Yah (weh). Tuhan Allah Yang Mahakuasa (Why.19:6,15).
Posted by D A V E at 2:33 AM
2 comments:
one said...
Sebetulnya, saya sangat sedih melihat banyak orang, sampai kepada pendeta2pun, yang masih saja, dan tidak mengerti soal nama Tuhan.
Misalnya saja, yang mana Ir. Posma Situmorang, yang di tuduh sebagai pengikut Oneness Pantecostal, atau marcion, dll.
Coba tanya diri kita masing masing, siapa sebenarnya Tuhan yang kita sembah? Yesus kah, atau Yahweh kah? atau Allah?
Jelas sekali di Alkitab diberi tahu, siapa nama Tuhan kita, Bapa, Anak & Roh Kudus. Yaitu Yesus Kristus. Ketiga tiganya namanya adalah Yesus .
Yohanes 17
17:6 Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu.
Yohanes 17
17:11 Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
Renungkan baik2 ayad2 diatas..disebutkan namaMU yang telah Engkau berikan kepadaKu...siapa namanya ? Yesus.
4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."
Nama Siapa? Yesus.
Bukan Allah, bukan Yahweh.
Yahweh adalah Malaikat. bukan Tuhan.
Dan, masa nama Tuhan adalah AKU ADALAH AKU?? apa itu sebuah nama??
Lalu, bagi yang menyebut Allah sebagai Tuhannya... apakah anda seorang kristen ataukah islam?
nama Tuhannya orang Islam adalah Allah.
Tuhannya orang Kristen dan Tuhannya orang islam adalah beda. Bukan Tuhan yang sama.
Karena itu ajarannya pun beda. tidak sama.
Masa pendeta2 kotbah tentang Tuhan, dengan sebutan Allah? bukannya itu penghujatan kepada Tuhan ya?
Allah sendiri, di dalam bahasa ibrani artinya adalah Terkutuk.
Jangan dibodoh2kan dengan ucapan Eloah artinya Allah...masalah accent.sudah kuno.
Lalu, yang menyebut Tuhan adalah Yahweh, adakah rasul rasul membaptis orang dengan sebutan Yahweh? ataukah mereka mengajari semua orang dengan meninggikan nama Yahweh?? di perjanjian Baru, yang disebut adalah nama Yesus. juga nama Bapa, dan Roh Kudus, yang mana sudah dinyatakan oleh Tuhan Yesus, kalau Yesus yang Anak Manusia, mendapat nama BapaNYa, yang mana adalah nama Yesus, yang diberikan kepadaNya...
Jadi, siapakah sesembahan anda yang sebenarnya? Yesus, atau Allah atau Yahweh?
Mintalah petunjuk kepada Yesus, siapakah namaNya yang benar. Pernahkah kita berpikir, apakah Tuhan Yesus sedih atau tidak ketika dipanggil Allah? atau Yahweh?
Kalau nama anda adalah Petrus, maukah anda dipanggil dengan Petruk?
J.C. Immanuelle
"Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dan Nabi Ishaq dan Nabi Ya`qub serta anak-anaknya, dan juga kepada apa yang diberikan kepada Nabi Musa dan Nabi Isa, dan kepada apa yang diberikan kepada Nabi-nabi dari Tuhan mereka; KAMI TIDAK MEMBEZA-BEZAKAN ANTARA SESEORANG DARIPADA MEREKA." (S. Baqarah 2:136)
"Allah, tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Tetap Hidup, Yang Kekal selama-lamanya... Ia menurunkan Kitab-kitab Taurat dan Injil... menjadi pertunjuk bagi umat manusia." (S. A-li-'Imraan 3:2-3)
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya - ... dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu." (S. Nisaa' 4:136)
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, yang mengandungi pertunjuk dan cahaya yang menerangi... dan sesiapa yang tidak menghukum dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir.... Dan Kamu utuskan Nabi 'Isa Ibni Maryam mengikuti jejak langkah mereka, untuk membenarkan Kitab Taurat yang diturunkan sebelumnya; dan Kami telah berikan kepadanya Kitab Injil, yang mengandungi pertunjuk hidayah dan cahaya yang menerangi....pertunjuk dan nasihat pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa. DAN HENDAKLAH AHLI KITAB INJIL MENGHUKUM DENGAN APA YANG TELAH DITURUNKAN OLEH ALLAH, DI DALAMNYA; DAN SESIAPA YANG TIDAK MENGHUKUM DENGAN APA YANG TELAH DITURUNKAN OLEH ALLAH, MAKA MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YANG FASIK... jalankan hukum.... apa yang telah diturunkan oleh Allah, dan janganlah engkau mengikut kehendak hawa nafsu mereka..." (S. Maa'idah 5:22,46,47,49).
"Wahai Ahli Kitab!... tegakkan ajaran Kitab-kitab Taurat dan Injil dan apa yang diturunkan kepada kamu dari TUHAN KAMU, Dan demi sesungguhnya, apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu." (ibid. ayat 68).
"Al-Qur'an itu... membenarkan Kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya". (S. Yunus 10:37)
"Oleh sebab itu, sekiranya engkau merasa ragu-ragu tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka bertanyalah kepada orang-orang yang membaca Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu. Sesungguhnya, telah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu..." (ibid ayat 94)
"DAN JANGANLAH KAMU BERBAHAS DENGAN AHLI KITAB.... KATAKANLAH: "KAMI BERIMAN KEPADA YANG DITURUNKAN KEPADA KAMI AND KEPADA YANG DITURUNKAN KEPADA KAMU...." (S. Ankabut 29:46)
"Dan inilah Kitab yang Kami turunkan, yang mengandungi berkat, lagi mengesahkan kebenaran (Kitab-kitab Suci) yang diturunkan sebelumnya, dan supaya engkau memberi peringatan kepada penduduk "Ummul-Qura" (Mekah) serta orang-orang yang tinggal di kelilingnya;... " (S. An'aam 6:92)
Apakah maksud semua ayat-ayat ini selain bahawa Muhammad menuntut membawa wahyu Allah ke Mekah dan orang Arab, mengesahkan dan menegakkan apa yang telah diturunkan sebelumnya?
"Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahikan kepada mereka; maka BERTANYALAH kamu KEPADA AHLU'DZ-DZIKRI*; jika kamu tidak mengetahui." (Surah 21:7) (*orang yang mengetahui tentang Kitab-kitab Allah - Taurat dan Injil)
Kita boleh lihat dengan jelas bahawa Al-Qu'ran membuat tanggapan bahawa "Al-Kitab" itu diturunkan oleh Allah dan menerima ketulenan kandungan isinya dalam zaman Nabi Muhammad. Namun, Al-Qu'ran mengkritik usaha memutar-belit dan penafsiran salah "Al-Kitab":
"Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu campur adukkan yang benar dengan yang salah, dan kamu pula menyembunyikan kebenaran padahal kamu mengetahuinya?" (S. A-Li' Imraan 3:71)
"Dan sesungguhnya, di antara mereka ada yang memutar-mutar lidahnya semasa membaca Kitab Taurat , supaya kamu menyangkanya sebahagian dari Kitab Taurat padahal ia bukanlah dari Kitab itu." (S. ibid Ayat 78) (Semua penekanan di dalam petikan-petikan adalah perbuatan saya)
Sekiranya adanya apa yang jelas kelihatan, ialah Al-Qur'an kuat menekan bahawa Kitab-kitab Taurat dan Injil telah diturunkan oleh Allah. Ini adalah apa yang dipercayai oleh orang Kristian. Al-Qur'an mengatakan mengenai hal ini: "...tidak ada perubahan pada janji-janji Allah" (S. Yunus 10:64)
"...sememangnyalah tiada sesiapa pun yang dapat mengubah Kalimah-kalimah Allah..." (S. An'aam 6:34)
Selain daripada itu, sejarah dan arkeologi menegah seseorang daripada menghujah bahawa Al-Kitab telah mengalami perubahan sejak penyenaraian rasmi buku-buku Al-Kitab dalam tahun 324 selepas Masihi. Sebenarnya, semua bahagian Perjanjian Baru dalam bentuknya sekarang telahpun luas teredar di antara gereja-gereja dari abad kedua selepas Masihi. Adalah melalui persetujuan umum pada Majlis paderi-paderi dari 318 buah gereja di mana kesemua itu telahpun diiktirafkan and diterima sebagai Apostolik dan diwahyukan. Apabila Muhammad merujuk kepada "Al-Kitab" atau "Taurat" atau "Injil", tanpa keraguan, dia merujuk kepada apa yang telah pun teredar di Arabia dalam hari dan zamannya. Sekiranya kata-kata boleh bermaksud apa-apa, maka Muhammad merujuk kepada "Al-Kitab" sebagai Wahyu. Kami mengambil ini sebagai hakikat kukuh berdasarkan kekuatan bukti di atas, kecuali sekiranya ia boleh dibuktikan salah.
Kenapakah orang Yahudi mahupun Kristian sebelum ataupun selepas masa zaman Muhammad berminat untuk mengubah Wahyu Tuhan? Adakah dia ingin masuk ke neraka?
"Aku, Yohanes, dengan sungguh-sungguh memperingatkan setiap orang yang mendengar kata-kata nubuat kitab ini: Jika seseorang menambahkan apa sahaja pada nubuat ini, Allah juga akan menambahkan hukumannya dengan malapetaka yang digambarkan di dalam kitab ini. Jika seseorang mengurangkan kata-kata nubuat di dalam kitab ini, Allah juga akan mengambil balik hak orang itu unutk makan buah pokok sumber kehidupan dan haknya untuk tinggal di kota suci itu, seperti yang digambarkan di dalam kitab ini." (Wahyu 22:18-19).
Ini adalah pada hakikatnya ayat-ayat terakhir Al-Kitab. Sebab munasabah yang hanya boleh membawa kepada perubahan-perubahan ialah bahawa Al-Qur'an berbeza dari "Al-Kitab". Akibatnya, terdapat dua kemungkinan: sama ada orang Kristian yang enggan menerima Al-Qur'an cuba mengubah semua persamaan antara Al-Kitab dan Al-Qur'an; ataupun orang Islam setelah melihat bahawa "Al-Kitab" mempunyai perbezaan yang ternyata dari Al-Qur'an, tangkas mendakwa bahawa Al-Kitab telahpun mengalami perubahan.
Anggapan yang pertama adalah bertentangan dengan semua bukti-bukti dan logik. SOALAN:
Mengapakah orang Muslim tetap menuduh bahawa Al-Kitab telah mengalami perubahan? Bilakah Al-Kitab itu boleh didakwakan tercemar?
Mengapakah Al-Qur'an tidak menyatakan dengan jelas bahawa Al-Kitab itu telah tercemar?
Terdapat perbezaan-perbezaan di antara Al-Kitab dan Al-Qur'an
Al-Qur'an menyatakan bahawa kedua-dua Kitab Taurat dan Injil telah diturunkan. Tetapi secara kontras, ia juga mendakwa bahawa Isa tidak disalibkan: "Dan juga da'waan mereka dengan mengatakan:
"Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih 'Isa Ibni Maryam, Rasul Allah". Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (dikayu palang - salib), tetapi diserupakan bagi mereka..." (Surah 4:157)
Hal Penyaliban itu menerima perhatian yang terbanyak dalam Kitab Injil dan nyata dinubuatkan(diramalkan) dalam Perjanjian Lama kira-kira 700-1000 tahun sebelum ia berlaku. Lihat "Orang Kristian menjawab Orang Islam", mukasurat 48 ff., 97 ff. Dalam Surah 19:35, kita diberitahu bahawa "tiadalah layak bagi Allah mempunyai anak" dan berdekatan penghujung Al-Qur'an (Surah 112:3) dikatakan: "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan", yang juga sebahagian daripada Rak'at. Sekali lagi, ini bertentangan dengan Al-Kitab. Ayat-ayat "tiadalah layak bagi Allah mempunyai anak" (Surah 19:35 dan 92) mencadangkan ia perbuatan yang fizikal iaitu suatu yang kasar dan tidak bersopan pada orang Kristian mahupun orang Muslim.
Isa dilahirkan oleh seorang anak dara. Anak dara itu bertanya: "Maryam bertanya: "Bagaimanakah aku akan beroleh seorang anak lelaki, padahal aku tidak pernah disentuh oleh seorang lelakipun, dan aku pula bukan perempuan jahat?" Ia menjawab: "Demikianlah keadaannya - tak usahlah dihairankan; Tuhanmu berfirman: 'Hal itu mudah bagiKu; dan Kami hendak menjadikan pemberian anak itu sebagai satu tanda untuk umat manusia dan sebagai satu rahmat dari Kami.'"
(Surah 19:20-21).
Ini, sepertimana dalam Al-Kitab, tidak menunjuk kepada suatu perbuatan beranak. Seluruh konsep "begotten son" itu adalah berdasarkan kepada suatu salah faham. Dalam bahasa Greek yang asal, kata "monogenes"lah yang digunakan, yang bermaksud "anak yang tunggal".
Bahawa Tuhan yang memulakan langkah kebapaan adalah jelas walaupun dalam Al-Qur'an.
Sebagaimana perbuatan beranak itu telah disalahfahamkan, begitu juga dengan "Triniti", yang menurut Al-Qur'an difahamkan sebagai terdiri daripada Isa (Yesus) dan Maryam di samping Tuhan, Tuhan sebagai ketiga dari mereka bertiga (Surah 5:116). Ini tidak dalam apa-apa cara pun selaras dengan teks-teks Al-Kitab juga. Orang Kristian percaya dalam apa yang diajar di dalam Al-Kitab Di dalam kedua-dua Perjanjian Lama (SM) dan Perjanjian Baru kami tahu mengenai SATU Tuhan sahaja. ("Christians Answer Muslims, ms. 92ff.).
Adalah satu tragedi bahawa kebanyakan orang Muslim fikir bahawa orang Kristian menyembah tiga tuhan. Perkara itu teramat palsu. Hanya di dalam satu kumpulan Kristian sahajalah Maryam dianggap suci sebagai "Ibu Tuhan", dan ini tidak terkandung dalam Al-Kitab. Tambahan pula, terdapat banyak lagi perbezaaan di antara Al-Qur'an dan Al-Kitab yang lebih berunsur sejarah daripada doktrin.
Nuh, terlepas daripada ditenggelami air bah, tetapi anaknya mati tenggelam (Surah 11:42-46) mengikut kisah Al-Qur'an, tetapi dia (Nuh) terlepas bersama-sama isterinya, ketiga-tiga anak lelakinya dan isteri-isteri mereka (Kejadian 6:7,18) di dalam Al-Kitab.
Malaikat yang mengkhabarkan berita kelahiran Yohanes Pembaptis (Yahya) kepada ayahnya, mengatakan:
"Kami memberikan khabar dengan mengurniakan seorang anak lelaki, yang bernama Yahya: Kami tidak perhap menjadikan seorangpun yang senama itu sebelum dia"
(Surah 19:7 - ditransliterasikan dari penterjemahan Bahasa Inggeris George Sale). atau
"Tidak ada nama yang Kami beri kepadanya waktu sebelum waktu ini" (menurut penterjemahan A.J. Arberry - ditransliterasikan ke dalam bahasa Melayu) atau "nama itu Kami beri kepada tidak sesiapapun sebelum dia" (penterjemahan Palmer dan Rodwell - ditransliterasikan ke dalam bahasa Melayu).
Ini tidak tepat. Yohanan, bentuk bahasa Ibrani (bahasa Yahudi kuno) untuk Yohanes (Pemberian Jahveh) ialah nama yang digunakan secara umum yang disebutkan di dalam Perjanjian Lama. Oleh itu, Yusuf Ali di dalam terjemahannya mengtransliterasikan pernyataan ini sebagai "Kepada tidak ada sesiapapun dengan nama itu, telah Kami kurniakan perbezaan istimewa sebelum ini" Penjelasan beliau:
"...kerana kami membaca mengenai seorang Yohanan.... di dalam II Raja-raja 25:23."
Adakah seorang "penterjemah" dibenarkan mengubah teks seperti ini untuk membetulkan satu kesilapan?
Ibrahim ialah anak kepada Aazar di dalam Surah 6:74 dan anak kepada Terah di dalam Kejadian 11:27. Siapakah yang mahu menukarkan nama watak dari sejarah yang lebih awal mengikut sembarangan? Apakah matlamat yang boleh dicapai melalui perbuatan ini? Tidak ada satu pun. Hanya kesilapan sajalah yang bertanggungjawab.
Adakah Aazar melambangkan Eliezer? Dia disebutkan di dalam Kejadian 15:2 sebagai hamba Ibrahim.
Percanggahan yang lebih ketara berlaku di dalam cerita mengenai Musa. Kami diberitahu dengan benar bahawa 'Imran (Amram mengikut keterangan Al-Kitab) adalah bapa kepada Musa, Harun dan Maryam (secara implikasi di dalam Surah 19:28, 66:12, 20:25-30). Tetapi, Maryam ini sebagai ibu kepada Isa (yang sebenarnya dilahirkan 1500 tahun kemudian!) adalah amat mustahil.
Penjelasan yang diberikan oleh Yusuf Ali bahawa dia dan sepupunya Elisabet telah dipanggil sebagai "Kakak-kakak Harun", kerana mereka berdua (di dalam kes Maryam, "telah diandaikan": komentar: 375) dari keluarga alim ulama, adalah kurang jelas. Ungkapan itu, dicadangkan, telah diperolehi dari Lukas 1:5 yang mana Elisabet, ibu kepada Yohanes Pembaptis (Yahya), dari keturunan keluarga alim ulama, telah digelar sebagai "dari anak-anak perempuan Harun" Apa yang Yusuf Ali tidak menerangkan ialah bapa kepada Harun dan Maryam, ibu kepada Isa, rupa-rupanya 'Imran menurut Al-Qur'an. Ini, tanpa sebarang ragu-ragu lagi, menunjukkan kesilapan manusia yang sukar dipandangkan sebagai kesilapan penyalinan. Kesalahan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan tentang, atau informasi mengenai, Al-Kitab.
Bahawa Musa telah diambil sebagai anak angkat oleh isteri Fir'aun (Surah 28:9) dikontradiksikan oleh Keluaran 2:10, di mana dia telah diambil dijadikan anak angkat oleh anak perempuan Fir'aun (kalau tidak, dia mungkin juga akan diambil menjadi anak angkat oleh Fir'aun sendiri)
Isteri Musa - kami fahami dari konteks (di dalam Surah 28:22-28) , yang ini mestilah Zipora anak perempuan Yitro - telah diberi kepada Musa sebagai penggantian untuk upah 8 - 10 tahun pekerjaan. Al-Kitab tidak melaporkan untuk ini (Keluaran 2:16-22).
Akan tetapi, kami diingatkan dengan kuat Kejadian 29:18 di mana Yakub menggadaikan 7 tahun bekerja dengan Laban sebagai penggantian untuk tangan Rahel. Ini berlaku kira-kira 220 tahun belum datangnya masa Musa. Sekali lagi kami ingin bertanya apakah mungkin sebab-sebab seseorang lelaki perlu ada untuk menukar ayat-ayat Al-Kitab di dalam kisah-kisah bersejarah seperti ini? Ataupun mungkinkah Muhammad telah keliru dengan cerita-cerita yang didengarnya?
Lambat-laun sesiapa sahaja yang terdedah kepada agama Kristian akan berdepan dengan perkataan ini: Triniti. Ini adalah satu perkataan yang sering kali di salah-fahami, disalah-sampaikan dan disalah-pakai. Untuk ramai orang, ianya batu sandungan yang menghalang mereka memeluk agama Kristian. Kepada yang lain ianya ajaran sesat mana kala untuk yang lain ianya satu kebodohan. Untuk mendapat idea yang betul tentang apakah sebenarnya intipati akidah ini, seseorang itu perlu kembali kepada kuasa mutlak akidah ini, iaitu Alkitab. Adalah dari sini saya akan berusaha
menyampaikan satu asas Alkitabiah untuk kepercayaan ini
menunjukkan apa maksudnya dan
implikasinya atas mesej agama Kristian dan orang Kristian secara individu.
Sebelum saya lakukan ini, saya ingin memberi beberapa pendapat dan definisi akidah ini supaya kita memiliki satu pandangan yang luas akan hal ini.
Definisi
Perkataan ‘Triniti’ membawa maksud satu Tuhan tetapi yang mengandungi tiga peribadi yang berbeza, bukan dalam sifat atau ‘bahan ilahi’ tetapi dalam jawatan dan perhubungan. Allah satu walaupun tiga. Ryrie menulis: Hanya ada satu Tuhan, tetapi di dalam kesatuan Allah ada tiga peribadi yang kekal dan sama, sama dalam kandungan tetapi berbeza dalam saraan hidup. Ketiga peribadi ini dalam Alkitab diperkenalkan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jadi, ada tiga peribadi dalam Allah dan ketiga ini adalah Allah yang sama dalam kandungan, kuasa dan kemuliaan. Adalah perlu dinyatakan di sini bahawa perkataan ‘Triniti’ tidak ada di dalam Alkitab walaupun konsep Allah dalam kesatuan-tiga sangat jelas tampak. Perkataan ‘Triniti’ ialah satu istilah falsafah Yunani yang dipakai untuk Allah seperti mana yang didedahkan dalam Alkitab. Ianya bukan satu istilah yang dipakai Isa Al-Masih mahupun rasul-rasulnya.
Akidah ini sangat kompleks dan membingungkan-minda tetapi tidak boleh ditolak oleh sesiapa yang mengkaji Alkitab dengan serius. Apabila ini dilakukan maka akan jelas bahawa Alkitab mengajar bahawa adanya satu Tuhan, dan bahawa adanya tiga peribadi, setiap satu adalah Allah. Jadi akidah Triniti ini membuat tiga pengesahan:
hanya ada satu Allah
Bapa, Anak dan Roh Kudus setiap satu adalah Allah
Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga peribadi berbeza.
Saya percaya bahawa dari beberapa definisi ini, minda kita sukar untuk menangkap maksudnya; sesungguhnya ia satu misteri. Kita perlu sedar bahawa konsep ini melebihi keupayaan kuasa pemahaman manusia (dari segi mempunyai fahaman yang penuh) dan tidak ada persamaan yang sempurna di dunia ini. Konsep Triniti bukannya tiga tuhan yang bekerjasama atau satu Tuhan yang menampakkan diriNya dalam tiga modus yang berbeza. Seterusnya, perlu kita tahu bahawa Alkitab tidak berusaha menerangkan misteri ini; ia hanya mengisytiharkannya!
Tidak seorang pun dapat menafikan betapa mulianya rahsia kepercayaan kita: Isa Al-Masih menampakkan diri dengan rupa manusia, dan dinyatakan benar oleh Roh Allah, serta dilihat oleh para malaikat. Dia diisytiharkan antara bangsa-bangsa, dan Dia dipercayai di seluruh dunia, dan telah diangkat ke syurga. (1 Timotius 3:16)
Allah Alkitab ialah Dia yang selalu didedahkan sebagai satu triniti. Marilah kita ke sana untuk memerhatikan kebenaran ini bahawa Allah satu dan Allah tiga.
Triniti dalam Alkitab
Adalah dianggap kita percaya akan kewujudan Allah dan kesempurnaan Alkitab apabila kita memeriksa Firman Allah untuk memerhatikan penyampaian akidah ini. Penyelidikan ini adalah untuk menyesuaikan logik kita kepada kepastian Alkitab dan untuk melihat serta bertindak sesuai dengan penemuan kita. Alkitab mempersembahkan dengan jelas fakta-faktanya dan terpulanglah dengan minda manusia untuk berusaha memahaminya (walaupun ini satu perkara yang sukar untuk difahami). Kita akan sekarang melihat empat fakta yang dinyatakan oleh Alkitab; empat fakta yang menjadi tiang-tiang utama akidah ini. Kita juga akan memberi perhatian kepada beberapa contoh dalam Alkitab di mana fakta-fakta ini dinyatakan bersama.
Fakta Pertama: ALLAH ITU ESA
Perjanjian Lama dengan tegas menyatakan bahawa Allah itu esa dan tidak ada Allah lain yang benar. Walaupun dikelilingi bangsa-bangsa yang percaya dalam banyak tuhan, orang Israel berdiri teguh mengisytiharkan kewujudan Allah yang esa. Setiap orang Yahudi memulakan doanya dengan melafazkan Ulangan 6:4, yang berbunyi: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Orang Yahudi menyembah Allah yang esa dan kebenaran ini nampak dalam ayat-ayat lain Alkitab: Ulangan 4:35, Yesaya 44:6 dan Mazmur 86:10. Hanya ada satu Allah dan iman orang Yahudi serta ajaran Perjanjian Lama bersandar atas kebenaran ini.
Begitu juga dalam Perjanjian Baru. Apabila menjawab satu pertanyaan mengenai perintah manakah yang paling utama, Isa Al-Masih memulakan jawapannya dengan berkata, "Inilah perintah yang paling utama, ‘Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Dialah Tuhan Yang Esa." (Markus 12:29). Rasul Paulus meneruskan idea ini, bahawa Allah itu esa dalam jawapannya kepada jemaat Kristian di bandaraya Korintus. Dia menulis: Kita juga tahu bahawa Allah hanya satu; tidak ada yang lain. Sekalipun banyak yang disebut dewa dan tuhan, baik yang di syurga mahupun yang di bumi, tetapi bagi kita Allah hanya satu (1 Korintus 8:4-6). Yakobus dalam suratnya pula membuat kenyataan menarik ini: Kamu percaya bahawa Allah hanya satu. Bagus! Roh-roh jahat pun percaya akan hal itu dan gementar kerana takut (Yakobus 2:19).
Jadi jelas Alkitab menyatakan Allah itu esa.
Fakta Kedua: BAPA ITU ALLAH
Nabi Yesaya dalam Yesaya 63:16 berkata bahawa Bapa itu Allah: Engkaulah Bapa kami. Nenek moyang kami Abraham dan Yakub tidak mengenal kami, tetapi Engkaulah Bapa kami, ya TUHAN! Engkaulah Penyelamat kami sejak dahulu kala. Allah dipanggil Bapa kerana Dialah yang menciptakan kita semua. Allah yang menciptakan kita dipanggil Bapa: Bukankah kita semua mempunyai bapa yang sama? Bukankah kita semua diciptakan oleh Allah yang sama? (Maleakhi 2:10). Kadangkala ada yang berkata Perjanjian Lama tidak mengenal Allah sebagai Bapa. Ini tidak benar. Ayat-ayat yang baru sahaja dibaca membuktikan ini.
Idea Allah sebagai Bapa ditemukan dalam Perjanjian Lama dan adalah lebih ketara dalam Perjanjian Baru khususnya dalam ajaran-ajaran dan doa-doa Isa Al-Masih. Doa yang Isa Al-Masih memperkenalkan kepada murid-muridnya bermula dengan kata-kata ini: "Ya Bapa, Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati. Engkaulah Raja kami. Semoga Engkau memerintah di bumi". (Lukas 11:2). Rumah sembahyang Allah dipanggil "rumah Bapaku" oleh Isa Al-Masih (Lukas 2:49). Dalam Yohanes 8:42, Isa Al-Masih dengan jelas menyatakan Allah ialah Bapa: "Seandainya Allah benar-benar Bapa kamu, tentu kamu akan mengasihi Aku, kerana Aku datang daripada Allah." Terdapat banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab yang memperakui peribadi yang dipanggil Bapa sebagai Allah. Keilahian Bapa biasanya tidak diperdebatkan. Tetapi bagaimana dengan Isa Al-Masih?
Fakta Ketiga: ANAK ITU ALLAH
Walaupun ini satu fakta yang sentiasa diperdebatkan dengan hangat, ianya jelas dinyatakan dalam Alkitab: Isa Al-Masih sepenuhnya ilahi. Isa Al-Masih seringkali mengelar dirinya ‘Anak Allah’ dan kerana itu orang Yahudi berusaha membunuhnya, kerana dia menyamakan dirinya dengan Allah. Contohnya dalam Yohanes 5:18 ada tertulis: Kata-kata-Nya ini membuat para penguasa Yahudi semakin bertekad untuk membunuh Dia. Bukan sahaja Dia telah melanggar hukum Sabat, tetapi Dia berkata bahawa Allah itu Bapa-Nya. Hal ini bererti Dia menyamakan diri dengan Allah. Apabila Yohanes dan Yakobus dipanggil "Anak-anak Guruh" dalam Markus 3:17, Isa Al-Masih tidak bermaksud untuk menyatakan bahawa sama ada ibu atau bapa mereka itu guruh, tetapi bahawa sifat dan tindakan mereka seperti guruh. Apabila Isa Al-Masih dipanggil ‘Anak Allah’ ianya TIDAK bermaksud Allah Bapa telah bersetubuh dengan Maryam, yang telah melahirkan Isa Al-Masih. Apa yang dimaksudkan dengan frasa ini ialah bahawa Isa Al-Masih memiliki sifat dan bertindak seperti Allah. Tidak ada manusia yang boleh memiliki sifat-sifat Allah apalagi melakukan kerja-kerja yang khusus bagi Allah kecuali jika dia adalah Allah; dan itulah identiti sebenar Isa Al-Masih!
Dalam penggunaan orang Yahudi, frasa ‘Anak Allah’ bermaksud sesuatu yang mempunyai kesamaan tahap dan identiti dengan Allah. Jadi, apabila Isa Al-Masih berkata dia ‘Anak Allah’, mereka yang mendengarnya faham maksud penyataannya: dia mengaitkan dirinya dengan Allah dan menyamakan dirinya dengan Allah. Dakwaannya itu disokong dengan berbagai cara: autoritinya, sifatnya, perhubungannya dengan Allah, kekekalannya (Yohanes 8:57-58) dan kuasanya atas maut dan neraka (Matius 12:38-40).
Sesiapa yang membaca Perjanjian Baru dengan minda terbuka akan mencapai satu kesimpulan yang jelas: penulis-penulis Perjanjian Baru mengisytiharkan Isa Al-Masih sebagai Allah dalam bentuk manusia.
Fakta Empat: ROH KUDUS ITU ALLAH
Apabila dua ahli gereja di Yerusalem berbohong kepada Roh Kudus, Rasul Petrus mengingatkan mereka bahawa mereka telah berbohong kepada Allah: Oleh itu Petrus berkata kepadanya, "Ananias, mengapa kamu membiarkan Iblis menguasai hatimu, sehingga kamu berdusta terhadap Roh Allah . . . Kamu tidak berdusta terhadap manusia, tetapi terhadap Allah!" (Kisah Rasul-Rasul 5:3-4). Ini ialah satu daripada kisah paling jelas di mana Roh Kudus dipanggil Allah dan hukuman yang dikenakan atas Ananias (hukuman maut) adalah hukuman yang biasa untuk dosa terhadap Allah. Roh Kudus BUKAN satu kuasa atau pengaruh tetapi satu peribadi yang boleh dilukai dan juga yang membawa kasih, sukacita dan damai. Dia memiliki personaliti dan diperkenalkan sebagai satu peribadi. Yesus memperkenalkan dia sebagai satu peribadi dan menyamakannya dengan Allah bapa dalam doanya: Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah (Yohanes 15:26).
Jadi, kita sekarang telah sampai kepada satu dilema. Bagaimana Allah boleh SATU tetapi Dia Bapa, Anak dan Roh Kudus? Apakah penjelasan yang paling sesuai untuk menjelaskan empat fakta ini tanpa membingungkan atau menyesatkan seseorang yang ingin memahami kenyataan Alkitab tentang diri Allah? Sememangnya ia satu misteri walaupun ada banyak contoh dilema ini dalam Alkitab. Seterusnya kita akan memberi perhatian kepada beberapa contoh Allah Triniti dalam Alkitab.
Contoh-Contoh Triniti
Penglibatan Triniti dalam penciptaan dunia
Allah Bapa
Dalam masa enam hari Aku, TUHAN, telah menciptakan bumi, langit, laut, dan semua yang ada di dalam segalanya itu, tetapi pada hari ketujuh Aku berehat. (Keluaran 20:11)
Allah Anak
Allah menjadikan segala sesuatu melalui Dia (Isa Al-Masih). Tiada sesuatu pun di semesta alam ini yang dijadikan tanpa Dia. (Yohanes 1:3)
Allah Roh Kudus
Roh Allah telah menciptakan aku, dan nafas Yang Maha Kuasa memberi hidup kepadaku. (Ayub 33:4)
Penglibatan Triniti dalam pembaptisan Isa Al-Masih dalam air
Setelah Isa dibaptis, Dia keluar dari air sungai itu. Tiba-tiba langit terbuka dan Isa nampak Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas-Nya. Kemudian terdengar suara Allah berfirman, "Inilah Anak-Ku yang Aku kasihi. Dia menyenangkan hati-Ku." (Matius 3:16,17)
Terdengar suara Allah Bapa.
Isa dipanggil oleh Allah "Anak-Ku".
Roh Allah turun ke atas Isa Al-Masih.
Triniti dalam formula baptisan air
Baptislah mereka dengan menyebut nama
Bapa
Anak, dan
Roh Allah (Matius 28:19)
Triniti dalam contoh yang diberi Rasul Paulus dalam Efesus 4
Roh Kudus
Hanya ada satu tubuh dan satu Roh . . . (ayat 4)
Anak (perkataan ‘Tuhan’ atau ‘Lord’ sering dipakai untuk Isa Al-Masih)
Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan . . . (ayat 5)
Allah Bapa
. . . dan satu Allah, Bapa semua orang. Dialah Tuhan semua orang, yang bekerja melalui orang, dan tinggal di dalam semua orang. (ayat 6)
Triniti dalam doa pemberkatan
Tuhan Yesus Kristus memberkati kamu,
Allah mengasihi kamu, dan
Roh Allah menyertai kamu semua. (2 Korintus 13:13)
Ini hanya beberapa contoh di mana ketiga-tiga peribadi Allah dilihat bersama, setaraf dan sama-kekal (Kisah Para Rasul 2:33). Contoh-contoh kewujudan Allah yang bersifat esa tetapi tiga yang banyak dalam Alkitab menjadikan akidah ini satu akidah utama iman Kristian. Setakat ini kita sudah melihat bahawa Allah esa dan adalah tiga peribadi. Ketiga peribadi ini bukan tiga Allah yang berasingan mahupun satu Tuhan yang menyatakan (atau menjelma) diriNya dalam tiga rupa atau oknum. Yang pasti, ada perbezaan di antara ketiga peribadi Allah khususnya dalam perhubungan dan kerja mereka. Seringkali para Muslimin dan muslimat telah membuat salah tanggapan bahawa umat Kristian itu menyembah 'tiga Tuhan' iaitu "Tri-theisma" dan ini adalah jauh sekali dari hakikatnya yang sebenar! Umat Kristian mempunyai pegangan yang teguh kepada KEESAAN ILAHI sepertimana yang telah diajar oleh Hazrat 'Isa serta hawarii dan pengikut2-Nya sendiri.
Perbezaan Dalam Triniti
Walaupun setiap peribadi Allah itu berbeza mereka masih bersatu. Perkataan ‘peribadi’ dalam konteks Triniti membawa maksud walaupun setiap peribadi ini sedar-kendiri dan arah-kendiri, mereka tidak berfungsi bersendirian atau bertentangan dengan satu sama lain. Ada tiga peribadi yang berbeza dengan identiti tersendiri dalam sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Alkitab mengakui adanya perbezaan yang jelas antara ketiga peribadi Allah ini. Seorang guru Kristian, Kevin Conner, menyatakannya begini:
Anak menyedari Allah sebagai peribadi yang berbeza darinya (Yohanes 5:32,37)
Bapa dan Anak dibezakan sebagai Yang Memberi dan Yang Diberi (Yohanes 1:14-18, 3:16)
Anak sedar bahawa Dia dihantar oleh Bapa dan bahawa Roh Kudus akan dihantar dari Bapa melalui Anak (Yohanes 10:36, 14:16f, 15:26)
Maka ada satu kemajmukan tugas di mana ketiga-tiga peribadi mempunyai tugas yang berbeza tetapi bekerjasama dalam kesatuan, setiap satu bergantung kepada yang lain.
Ada juga satu tahap penundukan: Bapa dahulu, Anak kedua dan Roh ketiga. Bapa bekerja melalui Anak oleh Roh. Sifat-sifat ini tidak berubah dan menjadi tanda-tanda jelas perbezaan peribadi-peribadi dalam Allah. Bapa selalu dipaparkan sebagai penyebab segala sesuatu (Kejadian 1:1), yang memulakan proses keselamatan (Yohanes 3:16) dan yang mengutus (Yohanes 1:10-12). Anak dilihat sebagai Firman yang kekal (Yohanes 1:1-3), anak Allah yang tunggal (Kolose 1:19, 2:9) dan wahyu Allah yang nampak dalam bentuk manusia (Ibrani 1:3). Roh Kudus ialah yang keluar dari Bapa melalui Anak (Yohanes 15:26), Dia yang menginsafkan manusia akan dosa mereka (Yohanes 16:8-11) dan yang bersaksi bahawa kita ialah anak-anak Allah (Roma 8:15-16).
Sebagai kesimpulan, marilah kita membaca apa yang ditulis Dr. Dale pada kurun kesembilan belas: "Dari kekekalan hingga kekekalan Allah ialah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa ialah Allah tetapi bukan tanpa Anak atau Roh Kudus. Anak ialah Allah tetapi bukan tanpa Bapa atau Roh Kudus. Roh Kudus ialah Allah tetapi bukan tanpa Bapa atau Anak. Hanya ada satu Allah tetapi di dalam Allah ada tiga peribadi. Mereka bukan tiga Allah, tetapi di dalam kehidupan dan kewujudan Allah, ada tiga pusat kesedaran, kehendak dan aktiviti, dan mereka ini kita kenal sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus."
Ilustrasi-ilustrasi Triniti
Maka adalah jelas bahawa Triniti itu satu fakta jelas dalam Alkitab. Tetapi seperti yang dinyatakan diawal tulisan ini, ianya satu misteri dan satu kebodohan kepada ramai orang. Maka dalam berkomunikasi banyak ilustrasi telah dihasilkan untuk membantu minda manusia yang terhad untuk memahami kebenaran ini (walaupun ianya tidak berjaya dilakukan sepenuhnya). Perlu saya katakan di sini bahawa banyak daripada ilustrasi yang telah diberi adalah salah dan telah membantu mengeruhkan fahaman orang tentang akidah ini. Berikut adalah beberapa contoh yang lebih logik dan boleh membantu pemahaman.
Perkataan-perkataan untuk Allah yang esa
Kali pertama nama Allah disebut dalam Alkitab (Kejadian 1:1) perkataan Ibrani ‘Elohim" ialah perkataan yang dipakai. Perkataan ini bermaksud Allah tetapi dengan erti kemajmukan dalam kesatuan.
Perkataan Ibrani untuk perkataan ‘esa’ pula, yang dipakai untuk menyatakan Allah itu satu dalam Alkitab, bukanlah perkataan ‘yachead’ yang bermaksud ‘angka satu’ tetapi ‘echad’ yang bermaksud ‘satu sebatian atau kesatuan terkumpul yang terdiri dari lebih satu peribadi." Satu contoh biasa penggunaan perkataan ini ialah dalam Kejadian 2:24 di mana dikatakan pasangan yang sudah berkahwin telah menjadi satu (echad). Pengertian yang sama juga boleh ditemui dalam Perjanjian Baru di mana perkataan ‘heis’ digunakan dan bukan ‘monos’. ‘Heis’ bermaksud "satu metafora untuk menyatakan kesatuan dan kerukunan." Jelaslah bahawa dari perkataan-perkataan yang dipilih, konsep satu kesatuan lebih disukai daripada angka satu.
Dalam Kejadian 1:26 kemajmukan Allah dinyatakan apabila dicatat: Sekarang Kita akan mencipta manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita . . . Penggunaan perkataan ‘Kita’ di sini membawa maksud majmuk (seperti dalam Bahasa Arab, perkataan Ibrani untuk ‘kita’ bermaksud tiga atau lebih). Ketiga-tiga peribadi Allah terlibat dalam penciptaan manusia. Perlu saya nyatakan di sini bahawa di dalam Al-Quran pun, penggunaan perkataan majmuk ketika Allah bercakap sering dipakai. Contohnya dalam Surah Maryam 19:67 di mana ada tertulis: Tiadakah manusia ingat, bahawa Kami telah menjadikannya dahulu, sedang dia belum ada suatupun.
Contoh-contoh dari Alkitab
Ada beberapa contoh menarik dalam Alkitab yang boleh dipakai untuk menjelaskan konsep Triniti. Walaupun begitu, harus saya nyatakan bahawa kebanyakan contoh berikut agak lemah dan kurang tepat:
Bahtera Nabi Nuh. Bahtera itu mempunyai tiga tingkat walaupun hanya satu bahtera. Ini boleh dipakai untuk mewakili ke tiga peribadi Allah dari segi identiti mereka.
Semak yang terbakar dihadapan Nabi Musa.Suara yang kedengaran mewakili Allah Bapa (Keluaran 3:4-6), semak yang terbakar mewakili Anak, Akar dan Cabang (Yesaya 11:1-2) dan api mewakili Roh Kudus.
Contoh-contoh dari alam semulajadi
Dari sejarah, banyak ilustrasi dari alam semulajadi yang telah dipakai untuk menerangkan konsep Triniti. Dalam setiap kes di bawah, kita dapat lihat tiga aspek yang jelas, tetapi setiap darinya lengkap dan menyumbang kepada satu unit (satu kesatuan yang sempurna). Sekali lagi perlu saya nyatakan bahawa kebanyakan contoh berikut agak lemah dan kurang tepat:
Daun ‘shamrock’ atau ‘clover’ yang mempunyai tiga bahagian pada satu daun.
Cahaya dan tiga komponennya: kimia, cahaya dan haba
Air dalam tiga keadaan: gas, cecair dan pepejal
Komposisi air: Islam memandang Allah sebagaimana orang biasa memandang satu titik air – hanya satu gumpalan cecair. Orang Kristian memandang Allah sebagaimana seorang saintis melihat satu titik air –sebagai persekutuan tiga molekul (2 hidrogen dan satu oksigen). Satu titik air tetapi tiga molekul yang bersatu. Seorang saintis yang mengetahui ini tidak pernah terfikir ada tiga air seperti mana orang Kristian tidak pernah terfikir ada tiga Allah!
Segitiga – satu tetapi mempunyai tiga sudut
Satu lelaki tetapi tiga identiti: bapa, anak dan suami
Satu perempuan tetapi tiga identiti: isteri, ibu dan anak perempuan
Alam semesta terdiri dari ruangan, benda dan masa
Masa dalam tiga komponen: masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang
Komposisi manusia
Bagi saya ini ialah contoh yang paling dekat kepada konsep Triniti dan sesuai dijadikan ilustrasi bagi komposisi Allah yang tritunggal.
Manusia ialah makhluk majmuk yang mengandungi tiga komponen yang berbeza tetapi saling berkait: tubuh, jiwa dan roh. Dalam 1 Tesalonika 5:23 kita dapat membaca: Semoga Allah menjaga roh, jiwa dan tubuh kamu, sehingga tidak cacat cela pada masa Tuhan kita Isa Al-Masih datang kembali. Manusia adalah satu triniti sama seperti Allah. Ini tidak menghairan kerana Allah dengan sengaja telah memilih untuk menciptakan manusia dalam imejNya – komposisi manusia adalah satu penyataan komposisi Allah kerana manusia telah diciptakan mengikut gambaran Allah. Dari buku Kejadian, yang menjelaskan penciptaan manusia, ada tercatat: Demikianlah Allah menciptakan manusia dan menjadikan mereka seperti diriNya sendiri. Dia menciptakan mereka lelaki dan perempuan (Kejadian 1:27).
Akhirnya, perlu saya akui bahawa semua contoh-contoh ini hanya satu bayangan yang malap, dan bersama elemen-elemen rohani yang lain, memberi satu gambaran kepada kita bahawa, jika diterokai dengan mendalam, apa yang dimaksudkan dengan Triniti. Triniti sememangnya satu misteri dan tidak ada ilustrasi yang tepat dan sempurna. Kita hanya mempunyai kenyataan-kenyataan yang hebat dan bermisteri dari Alkitab. Walaupun begitu, ilustrasi-ilustrasi ini ada gunanya tetapi pemahaman serta penerimaan kita akan akidah Triniti tidak bergantung atasnya. Allah lebih baik menyampaikan apa yang telah dinyatakan oleh Alkitab dan membenarkan manusia yang beriman kepada Allah membuat pilihan menerima dan mempercayainya.
Nilai Akidah Ini
Ada bahayanya akidah ini dianggap satu beban yang perlu ditanggung kerana ianya telah dinyatakan dalam Alkitab. Ini tidak sepatutnya berlaku kerana akidah Triniti adalah satu hal yang penting dan perlu untuk fahaman kita tentang Allah serta implikasinya kepada Kekristianan keseluruhannya.
Pertama, ini ialah keadaan Allah yang paling masuk akal sejak kekekalan lampau. Jika Allah bukan satu triniti maka adalah sukar untuk melihat bagaimana Allah dengan tiba-tiba mencipta alam semesta dan manusia (satu subjek peribadi) tanpa satu objek peribadi yang wujud sejak kekekalan. Dengan penciptaan manusia dalam imej Allah yang tritunggal, maka masalah ini telah diselesaikan kerana ianya mengimbaskan bagaimana keadaan Allah sejak dari kekekalan dengan sifat-sifat peribadi seperti kasih, persekutuan dan tujuan.
Kedua, ini adalah satu-satunya cara untuk menjelaskan kerja penyelamatan manusia oleh Allah melalui Isa Al-Masih dalam Yohanes 3:16.
Allah sangat mengasihi orang di dunia ini sehingga Dia memberikan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh hidup sejati dan kekal.
Adalah sukar untuk dibayangkan bagaimana Allah boleh mengosongkan diriNya dan datang sebagai manusia di bumi serta mati tetapi pada masa yang sama merupakan Allah yang sentiasa ada dan memerintah di syurga. Akidah Triniti memberi satu penjelasan alternatif:
Allah (Bapa) sangat mengasihi orang di dunia ini sehingga Dia memberikan AnakNya (peribadikeduadalamTriniti) yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya (melalui penginsafan dan bantuan Roh Kudus, peribadi ketiga Triniti, Yohanes 16:8, Efesus 2:8) kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh hidup sejati dan kekal.
Ketiga, Triniti memberi satu contoh praktikal bagaimana perintah mengasihi satu sama lain (1 Yohanes 3:1) dilaksanakan datu satu persekutuan. Kasih antara Bapa, Anak dan Roh Kudus serta kesatuan mereka dalam tujuan menjadi satu peringatan yang tetap kepada panggilan Allah kepada kita untuk saling mengasihi. Triniti merupakan asas utama semua persekutuan dalam dunia ini.
Keempat, Allah yang tritunggal juga bermaksud Allah boleh berkomunikasi. Allah bukan Allah yang bisu. Sejak kekekalan telah ada komunikasi antara peribadi-peribadi Allah. Jika Allah ialah satu persekutuan dengan diriNya, maka Dia boleh membenarkan persekutuan itu keluar kepada ciptaan-ciptaanNya dan Dia sendiri boleh berkomunikasi dengan mereka.
Kelima, adanya Triniti bermaksud adanya kemajmukan dan variasi dalam alam semesta ini. Ada kepelbagaian dalam Allah dan ciptaanNya menampilkan kepelbagaian Penciptanya. Tidak ada dua pokok atau manusia yang sama – Allah bekerja dalam ciptaanNya untuk memastikan tanda kepelbagaianNya dalam satu unit tetap nampak. Tidak ada kesamaan yang membosankan atau satu skala kesamaan pola yang besar dalam ciptaan Allah kerana alam semesta mencerminkan Pencipta mereka yang bersifat triniti.
Keenam, Triniti menjelaskan bagaimana Allah boleh tinggal di dalam kita. Allah bukan hanya satu kuasa atau pengaruh tetapi satu Peribadi hidup yang diam dalam kita tetapi pada masa yang sama di sekeliling kita dan memerintah di syurga. Inilah hidup yang sejati – mengetahui bahawa Allah diam di dalam kita.
Allah sebagai Triniti memberi kepada kita contoh terbaik kesatuan dan persekutuan yang perlu ada dalam gereja dan keluarga. Ianya juga menjelaskan usaha keselamatan manusia oleh Allah khasnya inkarnasi Isa Al-Masih dan pendiaman Roh Kudus dalam orang percaya.
Kesimpulan
Anda mungkin berkata, "Jawapan anda tidak masuk akal, tidak logik, tidak waras." Inilah satu daripada luahan hati ramai orang yang berusaha memahami akidah Triniti. Ini sudah dijangkakan dan sememangnya benar! Banyak yang tertera dalam Alkitab tentang Allah dan tindak-tandukNya tidak masuk akal. Alkitab memberi sebabnya:
TUHAN berfirman, "Fikiran-Ku bukan seperti fikiran kamu, dan jalan-Ku bukan seperti jalan kamu. Setinggi langit dari bumi setinggi itulah jalan-Ku daripada jalanmu, dan fikiran-Ku daripada fikiranmu" (Yesaya 55:8-9)
Akidah Triniti dan akidah-akidah Kristian yang lain banyak kali tidak dapat difahami sepenuhnya oleh akal budi manusia. Sesungguhnya minda manusia (selogik dan sebijaknya) sangat kecil, rendah dan terhad – usahanya untuk memahami minda Allah serta memproses maklumat-maklumat mengenai Allah yang maha kuasa akan sentiasa mencapai kebuntuan.
Mana-mana wahyu yang mengaku sumbernya adalah Allah tetapi isi maklumatnya sangat logik dan senang diterima akal minda manusia tidak sememangnya dari Allah tetapi kemungkinan besar dari satu minda yang setaraf dengan manusia, tidak lebih tinggi, setinggi langit dari bumi.
Fikiran Allah dan penyataannya kepada manusia akan selalu menghadapi risiko sukar difahami, seperti mana seorang profesor matematik cuba menerangkan teori matematik kepada seorang pelajar darjah satu. Minda kanak-kanak itu tidak dapat menangkap segalanya dan kanak-kanak itu adalah bodoh untuk menolak kenyataan profesor matematik itu atas sebab mindanya tidak dapat memahami penyataan profesor itu; atas alasan tidak logik, tidak masuk akalnya yang dangkal. Tindakan yang lebih bijak ialah mengakui kedangkalan minda yang terhad, mengakui hikmat profesor itu dan dengan sabar cuba mempelajari dan memahami kenyataan-kenyataannya.
Begitu jugalah tindakan yang sewajarnya bagi setiap insan yang berusaha menyelidiki konsep Triniti yang terkandung dalam Alkitab. Usaha ini sememangnya memerlukan kesabaran dan kerendahan hati untuk diterima. Marilah kita berusaha mengenal Allah dan penyataanNya, yang tidak seperti fikiran dan jalan kita.
Kita boleh pelajari banyak hal dari akidah ini – ia adalah model untuk manusia sejagat, gereja sedunia dan rumahtangga tempatan. Akidah ini membuat kita kagum dengan kebesaran, misteri dan kehebatan Allah. Banyak akidah-akidah Kristian yang lain sama ada bergantung kepada akidah ini atau dilahirkan darinya.
Tugas kita bukan untuk menciptakan kebenaran atau mengubah kebenaran supaya ianya senang diterima. Tugas kita adalah untuk bergantung kepada kebenaran-kebenaran Allah yang telah dinyatakan. Akidah Triniti ini akan mengganggu susunan logik yang teratur dalam minda kita, tetapi kenyataannya ialah bahawa ianya diajar dalam Alkitab. Janganlah kita mengubahsuai Alkitab tetapi dengan iman menerima kebenaran-kebenarannya termasuk kenyataan bahawa Allah yang esa ialah Allah Triniti.
Just a week before Christmas I had a visitor. This is how it happened. I just finished the household chores for the night and was preparing to go to bed, when I heard a noise in the front of the house. I opened the door to the front room and to my surprise, Santa himself stepped out next to the fireplace.
"What are you doing?" I started to ask. The words choked up in my throat and I saw he had tears in his eyes. His usual jolly manner was gone. Gone was the eager, boisterous soul we all know. He then answered me with a simple statement . . .
"TEACH THE CHILDREN!" I was puzzled. What did he mean? He anticipated my question and with one quick movement brought forth a miniature toy bag from behind the tree. As I stood bewildered, Santa said, "Teach the children!
Teach them the old meaning of Christmas. The meaning that now-a-days Christmas has forgotten. "Santa then reached in his bag and pulled out a FIR TREE and placed it before the mantle. "Teach the children that the pure green color of the stately fir tree remains green all year round, depicting the everlasting hope of mankind, all the needles point heavenward, making it a symbol of man's thoughts turning toward heaven."
He again reached into his bag and pulled out a brilliant STAR. "Teach the children that the star was the heavenly sign of promises long ago. God promised a Savior for the world, and the star was the sign of fulfillment of His promise."
He then reached into his bag and pulled out a CANDLE. "Teach the children that the candle symbolizes that Christ is the light of the world, and when we see this great light we are reminded of He who displaces the darkness."
Once again he reached into his bag and removed a WREATH and placed it on the tree. "Teach the children that the wreath symbolizes the real nature of love. Real love never ceases. Love is one continuous round of affection."
He then pulled from his bag an ORNAMENT of himself. "Teach the children that I, Santa Claus, symbolize the generosity and good will we feel during the month of December."
He then brought out a HOLLY LEAF. "Teach the children that the holly plant represents immortality. It represents the crown of thorns worn by our Savior. The red holly berries represent the blood shed by Him.
Next he pulled from his bag a GIFT and said, "Teach the children that God so loved the world that he gave his begotten son." Thanks be to God for his unspeakable gift.
Santa then reached in his bag and pulled out a CANDY CANE and hung it on the tree. "Teach the children that the candy cane represents the shepherds' crook. The crook on the staff helps to bring back strayed sheep to the flock. The candy cane is the symbol that we are our brother's keeper."
He reached in again and pulled out an ANGEL. "Teach the children that it was the angels that heralded in the glorious news of the Savior's birth. The angels sang Glory to God in the highest, on earth peace and good will toward men."
Suddenly I heard a soft twinkling sound, and from his bag he pulled out a BELL,. "Teach the children that as the lost sheep are found by the sound of the bell, it should ring mankind to the fold. The bell symbolizes guidance and return.
Santa looked back and was pleased. He looked back at me and I saw that the twinkle was back in his eyes. He said, "Remember, teach the children the true meaning of Christmas and do not put me in the center, for I am but a humble servant of the One that is, and I bow down to worship him, our LORD, our GOD."
Tajuk ini lebih daripada yang
lain, telah menimbulkan kontroversi di kalangan penganut-penganut
Islam.Walaupun di dalam Al-quran terdapat pernyataan tentang
kewafatan al-Masih 'Isa sebelum keberangkatan-Nya ke Syurga,
namun golongan ulama' Islam tidak bersetuju di atas penterjemahan
perkataan "inni mutawaffeeka" (bermaksud-mewafatkanmu) yang terdapat di dalam Surah Al-Imran
55. Sesetengahnya berkata bahawa perkataan ini tidak menunjukkan
"kewafatan", sementara itu yang lain juga menegaskan
bahawa al-Masih 'Isa sebenarnya tidak wafat. Dan kebanyakkan
ayat-ayat ini yang telah digambarkan dalam pembelajaran di
sekolah-sekolah agama Muslim dan juga dalam terjemahan ulama'
seperti Al-Tabari dan Al-Zamakshasri dan lain-lainnya lagi.
Sesetengahnya berkata bahawa
perkataan ini membawa makna:
1) Tidur...Al-Munthana
mengaitkan "saya telah diberitahu oleh Ishaq (yang
dilaporkan kepadanya oleh Abd. Allah Ibn Jaafar dan Al-Rabia)
bahawa "Inni mutawaffeeka" memberi makna wafat di dalam
tidur, dan Tuhan membangunkan Dia daripada tidurnya.
2) Mengenapi atau
menglengkapkan...-oleh Ali Ibn Shuhail, Domra Ibn Rabia, Ibn
Shuthab, dan Matar Al-Waraq, yang mengatakan bahawa ia bermakna
"Aku, Tuhan mengangkat engkau daripada dunia, tetapi tidak
dengan kewafatan."
3) Mengenggam atau
"memiliki"-oleh Yunis yang berkata "Ibn Wahab
dan Ibn Zeid ada memberitahu kita bahawa "inni
mutawaffeeka" yang menunjukkan "Aku
mengenggam-mengambil-engkau...Dia tidak wafat dan tidak akan
wafat sehingga dia membunuh al-Dajjal, kemudian barulah dia akan
wafat."
4) Abu Jaafar Al-Tabari
mengambarkan tradisi daripada Muhammed yang berkata: Isa (Yesus)
Anak Maryam akan turun dan menghapuskan anti-al-Masih 'Isa yang
tinggal di atas bumi ini untuk suatu ketika (masa tidak
dicatatkan) dan dia akan wafat serta orang-orang Muslim akan
merestuinya."
Sebaliknya, kumpulan yang
mencadang makna ungkapan ini bermaksud kewafatan
sebenar juga banyak :
1) Al-Munthana berkata : Abd
Allah Ibn Salih, Muawiheh dan Ali Ibn Abbas menyebut bahawa
"inni mutawaffeeka" bermakna "Aku menyebabkan kamu
wafat/mati".
2) Daripada Ibn Hamid, seperti
yang diberitahu oleh Salma, Ibn Ishaq, Wahab Ibn Munabbih,
"Allah menyebabkan Isa Anak Maryam meninggal untuk tiga jam
dan membangunkan dia." (Jamia Al-Bayan 3.289-292).
Terjemahan daripada Al-Imam
Al-Razi, menyebut mengenai ayat ini berkata apabila Tuhan
berfirman, "Hai Isa! Aku mewafatkan dan mengangkat engkau
naik kepada-Ku" menunjukkan bahawa Tuhan berkuasa ke
atasnya.
Pertama, "inni
mutawaffeeka"-diangkat olehNya dan ayat lain mengambarkan
kepada 'Isa berbunyi, "Apabila Tuhan mengangkatku, Tuhan
telah memperlihatkan kepada mereka, bermakna Tuhan menjaga dia.
Dua baris ayat di atas memberi
dua jenis keterangan yang berbeza. Sesetengahnya menerima ayat
ini secara harfiah dan yang lainnya kata makna ayat tersebut
ialah 'wafat' secara terpendam.
Terjemahan Pertamanya-"inni mutawaffeeka" yang bermaksud "Kehidupanmu telah
digenapi, jadi Aku (Allah) akan mewafatkan kamu dan tanpa
pengetahuan mereka (Yahudi) untuk membunuh kamu, tetapi Aku
mengangkat kamu ke Syurga dan menempatkan kamu di kalangan para
malaikat-Ku dan Aku akan melindungi kamu."
Terjemahan Keduanya-"inni mutawaffeeka" yang bermaksud "Aku menyebabkan
engkau wafat", merujuk kepada Ibn Abbas dan Hama Ibn Ishaq,
ia bermakna, "Musuhnya orang-orang Yahudi, tanpa pengetahuan
mereka yang hendak membunuhnya, jadi Allah memberi kemuliaan
kepadanya dengan mengangkatnya ke Syurga. Ini juga membawa maksud
yang berbeza:
1) Wahab b.Munabbih telah berkata: "Dia telah wafat
selama 3 jam dan kemudian dia bangkit".
2) Muhammad Ibn Ishaq telah berkata: "Dia wafat selama 7
jam, kemudian Tuhan menghidupkannya semula dan mengangkatnya ke
Syurga."
3) Al-Rabia Ibn Unis berkata bahawa Tuhan menyebabkan dia
wafat dan mengangkatnya ke Syurga. Tuhan berfirman: "Allah,
mengambil jiwa pada saat kewafatan, dan mereka tidak akan wafat
sewaktu tidur."
Jadi oleh kerana terdapat tiga
pendapat yang berbeza di antara ulama' Muslim, dan dengan
terjemahan yang berbeza daripada ayat Al-quran mengenai hari-hari
terakhir dalam kehidupan al-Masih 'Isa, kita seharusnya kembali
kepada kepada catatan Al-Kitab dan Injil, yang telah memberikan
terjemahan yang tepat sekali. Di sini tidak ada pertentangan
mengenaiNya berkenaan dengan kewafatan al-Masih 'Isa,
kebangkitanNya dan keberangkatanNya ke Syurga.
PENYALIBAN
MENURUT AL-KITAB/INJIL DAN JUGA AL-QURAN
Daripada nas 1 Korintus 1:22-24,
firman Tuhan berkata: "Orang Yahudi menuntut
mukjizat sebagai bukti dan orang Yunani mementingkan kebijaksaan.
Tetapi kami mengisytiharkan al-Masih 'Isa yang disalibkan. Berita
itu menyinggung perasaan orang Yahudi dan dianggap suatu
kebodohan oleh orang-orang bukan Yahudi. Tetapi bagi mereka yang
sudah dipanggil oleh Allah baik orang Yahudi ataupun orang bukan
Yahudi, berita itu al-Masih 'Isa, yang menunjukkan kekuasaan dan
kebijaksanaan Allah. "Di
dalam 1 Kor 2:1-2, Dia berkata: "Saudara-saudaraku,
semasa aku datang kepadamu untuk memberitakan rancangan Allah
yang belum diketahui oleh dunia, aku tidak mengunakan
kebijaksanaan dunia ini ataupun kata-kata yang susah difahami.
Aku berbuat demikian kerana ketika aku bersama-sama kamu, aku
mengambil keputusan untuk memberitakan 'Isa al-Masih 'Isa sahaja,
terutama kewafatan-Nya pada kayu salib."
Jika kita memerhatikan ayat
daripada para pengikutnya secara keseluruhannya, kita dapat
memahami utusan khabar Injil yang mereka telah ajari dari
awal-awal lagi tentang pergerakan Kristian Nasrani, dan
orang-orang yang telah menerimanya dan 'diselamatkan' merupakan satu berita
gembiraan yang baru dan
ringkasannya di dalam 1 Kor 15:1-4, berbunyi: "Saudara-saudaraku,
sekarang aku hendak mengingatkan kamu tentang Berita Baik yang
aku khabarkan dahulu. Kamu menerimanya dan kepercayaan kamu
kepada al-Masih 'Isa berdasarkan Berita Baik itu. Itulah Berita
Baik, perkhabaran yang aku beritakan kepada kamu. Berita Baik itu
akan menyelamatkan kamu jika kamu berpegang kepadanya dengan
teguh. Tetapi jika kamu tidak berpegang kepadanya dengan teguh,
maka kepercayaan kamu adalah sia-sia. Apa yang aku sampaikan
kepada kamu adalah apa yang sudah aku terima. Inilah perkara
terpenting: al-Masih 'Isa wafat kerana dosa kita, sesuai dengan
yang tertulis di dalam Al-kitab: Dia dikuburkan dan pada hari
ketiga Dia dihidupkan semula".
Walaupun begitu, sesudah 500
tahun telah berlalu selepas para Hawarii, pengikut-pengikut
al-Masih Isa dan penginjil -penginjil yang lain menyebar Khabar
Injil keseluruhan dunia, di mana juga terdapat mereka yang
menolak kebenaran ini dengan mengatakan kepada orang-orang
Kristian, "agama kamu sudah terpesong". Mungkin
pembantah ini mengambil idea daripada orang fasik. Orang-orang
Yahudi yang telah memeluk agama Kristian, di mana mereka
merupakan jiran kepada orang lain yang mempercayai bahawa
al-Masih 'Isa sebenarnya tidak wafat. Sebenarnya kami sangat
terhutang budi kepada Yahya, iaitu salah seorang pencatat Kitab
Suci Injil, yang mengatakan hal ini apabila dia mencatatkan
kepada kita yang mengatakan tentang orang-orang Farisi yang
bertelagah dengan al-Masih 'Isa di dalam Yahya 12:34, "Orang
ramai berkata kepadanya: "Taurat kami mengatakan bahawa
penyelamat yang diutus oleh Allah akan hidup selama-lamanya.
Bagaimana kamu dapat berkata bahawa Anak Manusia harus
ditinggikan di atas bumi? Siapakah anak manusia itu?"
Bagi kebanyakan pengikut Islam
pula, catatan berkaitan dengan peristiwa ini mengenai penyebaran
ajaran Nasrani Kristian di Semenanjung Hijaz(Tanah Arab),
memberitahu bahawa al-Masih 'Isa telah sedia berubah wajah
dirinya kepada mirip orang lain, dan apabila musuhnya telah
datang untuk menangkap dia, kononnya Dia telah berubah wajahnya
menyerupai orang lain, dan yang disalibkan itu adalah sebagai
ganti dirinya. Tetapi al-Masih 'Isa telah diangkat kepada yang
Esa yang telah mengutus dia, untuk memberi penghinaan kepada
orang-orang yang memusuhinya itu. Masakan Tuhan akan membenarkan
Rasul-Nya dikutuk dan dihina oleh musuh-musuhNya!
Ayat di dalam Al-quran yang
mencatatkan hari-hari terakhir di dalam kehidupan al-Masih 'Isa
juga bersetuju dengan cerita ini dan bercanggah dengan pernyataan
golongan Yahudi. Di dalam Surah An-Nisa' 157-158 yang berbunyi: "Mereka
berkata, (orang-orang Yahudi) 'Kami
telah membunuh Mesaya, Isa Anak Maryam, utusan Allah', mereka
tidak membunuhnya, atau menyalibkan dia, tetapi dia telah
diserupakan kepada mereka, dan orang-orang yang tidak bersetuju,
merasa ragu-ragu, mereka tidak mengetahuinya, mendesak mereka dan
dengan tidak berapa pastinya mereka telah membunuhnya, tetapi
Allah telah mengambilnya kepadaNya."
Kami memahami dengan jelas
daripada ayat tentang orang-orang fasik yang berpaut kepada
ajaran Kristian, bahawa penyaliban di dalam pemahaman mereka,
bukan daripada peristiwa sebenar, atau daripada doktrin
penebusan, tetapi lambang atau tanda, sebagai bintang yang
menunjukkan keajaiban seorang bayi yang telah dilahirkan di
Bethlehem, atau untuk menunjukkan pembaptisan Roh Kudus yang
menjelma dalam bentuk burung merpati, menyucikannya ketika
pembaptisanNya di sungai Jordan. Tetapi penyaliban yang
dipikulnya, yang mana telah menebus, seperti anak domba yang
menjadi korban untuk mengambil segala dosa dunia ini, adalah
tidak penting kepada mereka! Mereka menolak hakikat yang telah
diumumkan kepada penduduk di Galilea di dalam surat Galatia
3:13-14, "Tetapi al-Masih 'Isa telah membebaskan
kita daripada kutukan yang didatangkan oleh Taurat. Dia melakukan
hal ini dengan membiarkan diriNya terkutuk kerana kita. Di dalam
Al-kitab tertulis: "Terkutuklah orang yang wafat digantung
pada pokok." al-Masih 'Isa membuat demikian supaya berkat
yang dijanjikan oleh Allah kepada Abraham, juga dapat dianugerahi
kepada orang bukan Yahudi. Dengan demikian kita yang percaya
kepada Allah, dapat menerima Roh yang dijanjikan oleh Allah".
Barangkali bantahan pelik
terhadap penyaliban ini berasas di dalam 'Kitab palsu' yang
dilambangkan kepada Yahya yang tetapi 'ditulis oleh orang-orang
fasik'. Tidak ada keraguan terhadap Islam yang telah mewarisinya
dan penolakan penyaliban oleh orang-orang musyrik yang berada di
sekitar Tanah Arab, yang diayunkan oleh Islam. Ini mengecewakan
kerana ajaran dan ulamak ortodoks Islam tidak
bersetuju ke atas salah-tafsiran ini terutama sekali dengan teori
'orang lain yang telah mengambil tempat al-Masih 'Isa', dan
banyak cerita yang wujud mengenainya. Satunya ialah apabila orang-orang Yahudi
menetapkan untuk membunuh al-Masih 'Isa, Tuhan telah
mengangkatnya ke Syurga. Ketua mereka merasa takut untuk
berhadapan dengan orang ramai yang melawan mereka, mengambil
serta membunuh dan menyalibkan orang lain, dan menipu orang ramai
dengan mengatakan bahawa itu adalah al-Masih 'Isa. Yang lainnya
berkata bahawa Tuhan telah menyerupai orang lain seperti al-Masih
'Isa, dan yang disalibkan itu kononnya adalah penggantinya!
Banyak ayat yang menceritakannya:
1) Seorang Yahudi yang bernama
Yudas telah memasuki rumah di mana 'Isa berada, dengan bertujuan
untuk menangkapnya, tetapi tidak dapat mencarinya. Tuhan telah
menyerupai wajahnya seperti mirip 'Isa, dan apabila dia keluar
daripada rumah itu, orang ramai berpendapat bahawa dia adalah
Isa, dan menangkapnya lalu menyalibkannya.
2) Orang-orang Yahudi, apabila
mereka menangkap Isa, dan dia dikawal oleh pengawal, tetapi 'Isa
telah diangkat oleh Tuhan dengan mukjizatNya dan Tuhan telah
menyerupai wajah pengawal itu seperti mirip Isa, jadi mereka
telah mengambilnya serta menyalibkannya, sementara itu dia
menjerit dengan kuat "saya bukannya Isa"
3) Salah seorang daripada kawan
Isa yang telah berjanji untuk menyerahkan dirinya secara sukarela
kerana ingin masuk ke Syurga sebagai ganti dirinya (Isa). Tuhan
telah menyerupai wajahnya seperti Isa dan dia telah ditangkap
lalu disalibkan, sementara Isa telah diangkatkan ke Syurga.
4) Seorang daripada pengikut Isa
telah mengkhianatinya, (yakni Yudas), yang telah mendatangi
pemimpin-pemimpin Yahudi untuk menunjukkan 'Isa kepada mereka,
dan bersama-sama mereka untuk mengambilnya. Tuhan telah
menyerupainya seperti Isa dan dia pula telah ditangkap dan
disalibkan.
Hanya terdapat beberapa ulasan
sahaja di dalam Al-quran yang bersetuju di atas cerita ini.
Al-Jalalayn dalam terjemahannya mengenai ungkapan Al-quran "dirupai
kepada mereka" (Shubbihana
lahum) yang mengatakan bahawa Allah menyerupai seperti mirip Isa
ke atas seorang yang lain dan mereka berpendapat bahawa orang itu
adalah Isa, dan mereka membunuh dan menyalibkan dia. Ungkapan ini
"mereka yang tidak bersetuju dan merasa ragu-ragu
terhadapnya" (tentang Isa,
berhubung dengan kewafatannya)-bermakna bahawa salah seorang
daripada mereka, telah melihat orang yang wafat itu dan berkata:
"Wajah adalah wajah Isa, tetapi tubuhnya adalah bukan tubuh
Isa". Yang lain berkata: "itu adalah dia".(Ulasan Al-Jalalayn, m/s 135)
Al-Baidawi berkata: "Ia menceritakan bahawa
kumpulan orang-orang Yahudi yang menangkap Isa dan Ibunya, dan
dia mengutuk mereka dan mereka telah bertukar menjadi beruk dan
babi! Orang-orang Yahudi yang berkumpul bersama-sama untuk
membunuhnya, tetapi Tuhan telah memberitahunya bahawa dia akan
diangkat ke Syurga. Dia berkata kepada kawannya: "Siapakah
yang bersedia untuk mengambil tempatku dan akan dibunuh serta
disalibkan dan dimasukkan ke dalam Syurga? Salah seorang daripada
mereka memberi maklum balas dan Tuhan menyerupainya seperti Isa
lalu dia ditangkap dan disalibkan."
Al-Zamakhshari berkata:
"perkataan 'dimunculkan(dirupai) kepada mereka' bermakna
bahawa mereka digambarkan ianya berlaku atau mereka membuat
anggapan bahawa mereka telah membunuh serta menyalibkan dia-jadi
dia telah wafat dan tidak hidup. Tetapi dia hidup kerana Tuhan
mengambilnya kepada-Nya."
Tidak ragu-ragu lagi bahawa
keputusan daripada pelbagai ayat ini adalah kurang jelas
perkataannya di dalam Al-quran yang berhubung dengan hari
terakhir kehidupan al-Masih 'Isa di dunia ini. Perselisihan ini
telah menimbulkan banyak perbezaan dan pertentangan pendapat. Hakikatnya
ialah dunia Islam sejak dahulu lagi tidak mencapai kata sepakat
tentang apakah yang benar-benar telah berlaku pada hari 'Isa
al-Masih disalibkan.Kerana ada tafsiran yang jelas membuktikan
penyaliban Isa, dan ada juga kelompok Muslim yang ingin
nafikannya. Dan sudah
menjadi tanggungjawab para ulama' seperti Imam Fakhred Din
ar-Razi yang patut menolak cerita ini secara mutlaknya. Dalam
ulasannya di dalam surah Al-Imran 55: "Hai Isa anak Maryam,
Aku mengambil engkau kepada-Ku, dan mengangkat engkau naik
kepada-Ku", dia menerangkan tentang perkara pertukaran
seperti al-Masih 'Isa kepada orang lain melalui pelbagai cara:
1) Jika ini adalah persetujuan
untuk menegaskan bahawa Tuhan telah menyerupakan seseorang kepada
orang lain dan ini membuka jalan kepada penipuan serta pada masa
itu, dengan alasan yang tidak jelas dan akhirnya membawa kepada
ramalan yang tidak sah.
2) Tuhan telah membantunya (Isa)
dengan Roh KudusNya. Adakah di dalam hal ini Dia tidak mampu
untuk melakukannya? Dia (Isa) mampu untuk bangkit dari
kewafatannya, dan adakah Dia tidak mampu untuk melindungi dirinya
sendiri?
3) Tuhan telah bersedia untuk
menyelamatkan dia dengan mengangkatnya ke Syurga, jadi apa
gunanya penyerupaan kepada orang lain untuk menanggung
sepertinya?
4) Dengan melakukannya-bahawa
dengan pertukaran kepada orang lain sama seperti Dia-mereka
percaya bahawa itu adalah Isa, walaupun sebenarnya adalah bukan.
Ini adalah satu kebodohan dan bukannya daripada kebijaksaan
Tuhan.
5) Kebanyakan orang-orang
Kristian samada dari timur atau barat, masing-masingnya penuh
dengan perasaan kasih kepada al-Masih 'Isa dan taksub terhadap
perlakuannya itu, dalam membuktikan bahawa dia memang sebenarnya
telah disalibkan. Lagipun, jika kami menolaknya, kami akan
mencemarkan satu-satunya peristiwa bersejarah yang diakui seluruh
dunia, dan lagi kami mencela ramalan nabi Muhammad, Isa AS serta
nabi-nabi terdahulunya.
6) Secara logika bahawa
"orang lain" boleh memutus untuk membela dirinya lalu
berkata bahawa dia bukannya Isa dan apakah dia tidak akan
bertindak begitu?
Jika dia tidak melakukanya, kami
mengerti bahawa ianya bukan laporan. Jika Al-quran mengatakan
tentang penolakan penyaliban al-Masih 'Isa, mereka sememangnya
tidak menolak kewafatanNya, sebelum dia diangkat ke Syurga.
Apabila kami mengamati hari-hari terakhir Al-Masih 'Isa di atas
muka bumi ini seperti yang digambarkan di dalam Al-quran,terdapat
tiga teks yang mengesahkan tentang kewafatannya dan dua teks yang
menyatakan bahawa dia telah dibunuh.
1.) Surah Al-Maryam 33-
"Berbahagialah pada hari Aku dilahirkan, pada hari Aku
diwafatkan dan pada hari Aku dibangkitkan kembali", ayat ini
jelas mengatakan bahawa al-Masih 'Isa dilahirkan, diwafatkan dan
dibangkitkan semula daripada kewafatannya, di dalam bentuk
ramalan dan berdasarkan mukjizat. Ia bersetuju dengan teks di
dalam Al-kitab yang merupakan FirmanNya.
2.) Surah Al-Imran 55-
Apabila Tuhan berfirman, "Hai Isa Anak Maryam! Aku
mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku dan akan
menyucikan engkau daripada orang-orang yang tidak percaya, dan
Aku menjadikan pengikutmu di atas orang-orang yang tidak percaya
sehingga ke hari kiamat.
3.) Surah Al-Maidah 116-117-
Apabila Allah berfirman, "Hai Isa anak Maryam, engkau tidak
berkata kepada manusia, "Terimalah Aku dan ibuKu sebagai dua
Tuhan di samping Allah?, …Dia menjawab, "untuk
kemulian…Aku memberitahu kepada mereka bahawa hanya engkau
yang memerintah ke atasKu…dan apabila Engkau mengambilku,
Engkau telah mengambil perhatian mereka".
4) Surah Al-Baqarah 87-Dan
firmanNya, "Kami telah memberikan Musa kitab, dan kami telah
mengajar utusan berikutnya selepas dia dan kami memberi Isa anak
Maryam bukti yang jelas dan kami membantunya dengan Roh Kudus.
Jadi apabila datang kepada kamu seorang utusan Allah yang mana
ianya adalah bukan kehendakmu, kamu menjadi sombong, dan
sesetengahnya kamu tidak percaya, maka kamu membunuhnya."
Perkataan ‘membunuh’ di sini tidak berapa jelas dan
hanya boleh diterjemahkan sebagai ‘membawa maut’. Jika
Al-quran tidak menyatakan bagaimananya pembunuhan al-Masih 'Isa
ditempat kejadian itu, Al-kitab adalah satu-satunya punca yang
tulen untuk mencari jawapannya.
5) Surah Al-Imran 183- "Mereka
(Orang-orang Yahudi) berkata, "Tuhan telah mendakwa kita
yang kita tidak percaya kepada mana-mana utusan sehingga Dia
membawa kepada kami persembahan daripada api, daripada Syurga
akan kerugian. Berkata kepada mereka: "Hai Muhammad, utusan
yang datang kepada kamu sebelum aku dengan pelbagai mukjizat dan
mukjizat apakah yang kamu ada? Mengapa kamu membunuh mereka?
Jawablah jika kamu seorang yang benar!
Jika kita meneliti cerita
daripada Al-quran, kita menemui bahawa utusan yang datang
daripada Tuhan dengan persembahan adalah al-Masih 'Isa. Surah
Al-Maidah 114 berkata, "Isa anak maryam berkata: ‘Oh
Tuhan, Allah kita, berikanlah kami hidangan makanan daripada
Syurga, ini adalah sebagai jamuan bagi kami…dan tanda
daripadaMu, biarlah kami melayaniMu sebagai pelayan yang
terbaik.’
Sekarang kembali kepada Surah
An-Nisa’: "Mereka tidak membunuhnya atau menyalibkan
dia, tetapi ia dimunculkan seperti itu kepada mereka". Ayat
ini berusaha untuk mengalihkan pandangan pengikut kepada
perkataan surat, sehingga surat dipenjara, untuk meluaskan
kebebasannya. Kami tidak memerlukan sebarang ayat lain kerana
ayat di dalam Al-kitab telah cukup untuk membawa kebenaran. Ini
amat penting untuk kita mencari maksud sebenar pemimpin Yahudi
dalam pembunuhan al-Masih 'Isa, dan ini lebih jelas kepada kita
seperti yang diterangkan oleh Yahya dalam catatannya daripada
Kitab Suci Injil, apabila dia berkata di dalam Yahya 11:47-50,
"Oleh itu orang-orang Farisi dan ketua-ketua Imam mengadakan
mesyuarat dengan majlis agama. Mereka berkata: "Apakah yang
harus kita lakukan? lihatlah, orang ini banyak melakukan
mukjizat! Jika kita biarkan dia terus berbuat demikian, semua
orang akan percaya kepadaNya. Akhirnya penguasa Rom akan datang
lalu menghancurkan Rumah Tuhan dan bangsa kita!. Seorang daripada
mereka bernama Kayafas, Imam agung pada tahun itu, dia berkata
"Kamu tidak tahu apa-apa, tidakkah kamu sedar bahawa lebih
baik satu orang wafat bagi umat kita daripada seluruh bangsa kita
dibinasakan?"
Sememangnya, apabila mereka
mengantungkan Dia di atas kayu salib, dan setelah Dia wafat, Dia
dimasukkan ke dalam kubur dan pintu kubur itu telah dimeterai
oleh pemeterai chop mohor Pilatus, mereka sangat bergembira dan
berfikir bahawa mereka akhirnya telah terselamat daripada
pengajaran dan tanda-tanda dan berharap agar dengan kewafatannya
secara zalim itu akan dapat mencegah pengikut-pengikutnya
daripada meneruskan aktivitinya. Tetapi Tuhan telah mengirimkan
angin untuk mengubah arah haluan orang-orang Yahudi walaupun
mereka tidak mengkehendakinya: untuk kewafatan penebusannya di
kayu salib, sebelum itu dia telah memimpin ramai orang kepadaNya.
Apa yang diramalkan kepadanya adalah benar, seperti kata-kata
'Isa yang tercatat dalam Yahya 12:32 "Apabila
Aku ditinggikan di atas bumi, Aku akan memimpin semua orang
kepada-Ku".
Dalam cara yang sama, pelbagai
mukjizat diteruskan melalui pengikut-pengikutnya, ini termasuklah
kuasa yang telah diberikan kepada mereka. Kitab Suci Injil
memberitahukan di dalam Kisah rasul-rasul 19:11-12, "Allah
melakukan mukjizat yang luarbiasa melalui Paulus. Bahkan
saputangan dan kain yang pernah dipakai oleh rasul Paulus pun
dibawa kepada orang sakit, lalu mereka sembuh dan roh jahat
keluar daripada mereka."
Jadi kami boleh menerima ayat di
dalam Al-quran sebagai keterangan yang berlawanan dengan mereka,
orang yang tidak percaya, apabila ia berkata: "Hai
orang-orang yang tidak bersetuju tentangnya dan merasa ragu-ragu,
mereka tidak berpengetahuan, mereka membunuhnya dengan tidak
pasti. Dia telah bangkit pada hari ketiga, dan selama 40 hari
selepas dia muncul beberapa kali kepada para pengikutnya,
kemudian Dia naik ke Syurga dan duduk disebelah kanan Tuhan. Di
dalam Al-quran ada mengatakan, ‘Aku telah mengambil dan
mengangkat engkau-'Isa, kepada-Ku’.
BUKTI TENTANG
PENYALIBAN AL-MASIH 'ISA
Ini adalah sangat penting dan ini
bukannya di dalam skop untuk menyatakan kepada mereka secara
terperinci, di antaranya ialah :
1. NUBUAT DAN RAMALAN-RAMALAN MENGENAI PENYALIBANNYA
Terdapat banyak ramalan di dalam
Al-kitab yang merujuk kepada kewafatan penebusan al-Masih 'Isa di
kayu salib, semuanya penuh dengan kejujuran.
Ramalan-al-Masih 'Isa
dijual dengan harga 30 keping wang perak.
Zakaria 11:12 "Aku berkata
kepada mereka, "Jika kamu rela, bayarlah upahku. Jika tidak,
tidak usah." Mereka membayar upahku sebanyak tiga puluh
keping wang perak.
Digenapi-Matius
26:14 "Kemudian seorang daripada 12 orang pengikut Yesus,
yang bernama Yudas Iskariot, pergi kepada ketua para Imam. Dia
berkata "Apakah yang akan kamu beri kepadaku jika aku
menyerahkan 'Isa kepadamu?"Mereka mengira 30 keping wang
perak lalu menyerahkan wang itu kepadanya.
Ramalan-Duit itu digunakan
untuk membeli tanah Tukang Periuk Belanga.
Zakaria 11:13, "Tuhan
berfirman kepadaku, "Masukkan wang itu ke dalam
Perbendaharaan Rumah Tuhan," Oleh itu aku mengambil 30
keping wang perak itu. Hanya sekian perhargaan mereka kepadaku.
Aku pun memasukkan wang itu ke dalam Perbendaharaan Rumah Tuhan.
Digenapi;-Matius 27:3-8,
"Apabila Yudas, pengkhianat itu tahu bahawa 'Isa telah
dijatuhi hukuman wafat, dia menyesal. Lalu dia mengembalikan 30
keping wang perak itu kepada para ketua Imam dan pemimpin
masyarakat Yahudi. Dia berkata, "Aku sudah berdosa kerana
mengkhianati orang yang tidak bersalah sehingga dihukum mati
!". Tetapi mereka menjawab, "Kami tidak peduli! itu
urusanmu". Yudas melemparkan wang itu ke dalam Rumah Tuhan
lalu meninggalkan mereka. Kemudian dia pergi mengantungkan
dirinya. Para ketua Imam memungut wang itu dan berkata,
"Wang ini upah seorang pembunuh. Menurut Taurat kita, wang
ini tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan di Rumah
Tuhan." Setelah bersetuju mereka mengunakan wang itu untuk
membeli tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk. Tanah itu
digunakan sebagai perkuburan orang bukan Yahudi. Sebab itulah
sehingga hari ini tanah itu dinamakan , ‘Tanah Darah’.
Ramalan-Diejek dan
disalibkan
Mazmur 22:16-18, "Sekumpulan
orang jahat mengelilingi aku; seperti sekumpulan anjing, mereka
mengepung aku, mereka menyiat tangan serta kakiku. Semua tulangku
kelihatan. Musuh memandangku sebagai tontonan; mereka
membahagi-bagikan pakaianku dan membuang undi untuk jubahku.
Digenapi-Markus
15:16-20-Askar-askar membawa 'Isa ke balai istana gabenor dan
mengumpulkan semua askar yang lain. Mereka memakaikan jubah unggu
pada Yesus, serta membuat mahkota daripada ranting-ranting
berduri lalu meletakkannya pada kepala Yesus. Setelah itu mereka
memberi hormat kepadanya, "Daulat raja orang Yahudi!"
Mereka memukul kepalanya dengan kayu, meludahinya serta sujud di
hadapannya. Setelah mereka mempermainkanYesus, mereka
menanggalkan jubah ungu itu lalu mengenakan pakaiannya semula.
Kemudian mereka membawa 'Isa keluar untuk disalibkan.
Ramalan-Dicederakan serta
ditewaskan
Yesaya 53:5, "Tetapi dia
dilukai oleh kerana dosa kita, dia diseksa kerana perbuatan jahat
kita, kita diselamatkan kerana hukuman yang ditanggungnya, kita
disembuhkan kerana luka-lukanya.
Zakaria12:10- "Aku akan
memberi keturunan Daud dan penduduk Baitul Muqqdis hati yang suka
mengasihani dan suka berdoa. Mereka akan memandang orang yang
ditikam oleh mereka, lalu meratapinya seperti orang yang meratapi
kewafatan anak tunggal. Mereka akan meratap dengan pilu, seperti
orang yang kehilangan anak lelaki sulung."
Digenapi-Lukas
22:63-65- "Semua orang yang mengawal 'Isa mempermainkan dan
memukul Dia. Mereka menutupi matanya lalu bertanya kepadanya,
"Tekalah, siapakah yang memukul kamu? Banyak lagi hinaan
lain yang dilemparkan Oleh mereka kepada Yesus.
Yahya 19:34 "Tetapi salah
seorang askar menusuk rusuk 'Isa dengan tombak, dan pada ketika
itu juga keluarlah darah dan air."
Ramalan-Dia menerima
kesengsaraan dengan sabar.
Yesaya 53:7 "Dia
diperlakukan dengan kasar, tetapi dia menanggungnya dengan sabar;
dia tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke
pembantaian, atau induk domba yang dicukur bulunya."
Digenapi- 1 Petrus
2:23-24- "Dia tidak pernah berdosa dan sesiapa pun tidak
pernah mendengar dia berdusta. Apabila dia dicerca, dia tidak
membalas dengan cercaan. Pada waktu dia menanggung penderitaan,
dia tidak mengancam orang, tetapi dia mempercayakan diri kepada
Allah, hakim yang adil itu. al-Masih 'Isa sendiri memikul dosa
kita pada tubuhnya di kayu salib, supaya kita bebas daripada
kuasa dosa, lalu hidup menurut kehendak Allah. Luka-luka al-Masih
'Isalah yang menyembuhkan kamu."
Ramalan-Dia telah
ditewaskan serta diludahi.
Yesaya 50:6- "Aku memberi
belakangku kepada mereka yang memukul aku, dan pipiku kepada
orang yang mencabut janggutku. Aku tidak memalingkan mukaku
ketika aku dihina dan diludahi."
Digenapi-Markus
15:19 "Mereka memukul kepalanya dengan kayu, meludahinya
serta sujud dihadapannya."
Ramalan-Mereka mengejek
Dia.
Mazmur 22:6-7- "Tetapi aku
ini ulat, bukan manusia yang dihina dan dicaci semua orang. Semua
orang yang melihat aku mempermainkan aku; mereka menjelirkan
lidah dan mengelengkan kepala."
Digenapi-Matius 27:39-42-
"Semua orang yang lalu di situ mengelengkan kepala sambil
mencemuh Yesus. Mereka berkata: "Kamu mahu merobohkan Rumah
Tuhan lalu membinanya dalam tiga hari! Jika kamu anak Allah
selamatkanlah diri kamu dan turunlah dari kayu salib itu!, Para
ketua Imam, guru Taurat, dan pemimpin masyarakat Yahudi juga
memperolokkanYesus. Mereka berkata, "Dia menyelamatkan orang
lain, tetapi tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri!Bukankah
dia raja orang Israel? Jika dia turun dari kayu salib sekarang,
kami akan percaya kepadanya!"
Ramalan-Dia hairan kerana
BapaNya meninggalkannya.
Mazmur 22:1- "Allahku, ya
Allahku, mengapakah engkau meninggalkan aku?Aku berseru tetapi
engkau tetap jauh, dan tidak menolong aku."
Digenapi-Matius 27:46-
"Pada pukul tiga petang 'Isa berseru dengan suara lantang,
‘Eli, Eli lama sabakhtani?’ yang bererti, ‘Ya
Allahku, ya Allahku, mengapa engkau meninggalkan aku?’
Ramalan-Mereka memberinya
cuka untuk diminum.
Mazmur 69:21 "Ketika aku
dahaga mereka memberikan cuka sebagai minuman"
Digenapi-Yahya 19:28-
"'Isa tahu bahawa sekarang semuanya sudah selesai, dan
supaya apa yang tertulis di dalam Al-kitab berlaku, Dia berkata,
‘Aku dahaga’…jadi mereka mencelupkan ke dalam cuka
lalu dicucukkan pada batang hisop dan kemudian dihulurkan ke
mulut Yesus."
Mazmur 22:18- "Mereka
menbahagi-bahagikan pakaianku dan membuang undi untuk
jubahku."
Digenapi-Yahya 19:23-"Setelah
askar-askar itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaiannya
lalu membahaginya menjadi empat bahagian, dan masing-masing
mendapat sebahagian. Mereka juga mengambil jubahnya yang dibuat
daripada sehelai kain yang ditenun dari atas sampai ke bawah
tanpa jahitan."
Ramalan-Tulang-temulangNya
tidak dipatahkan
Mazmur 34:20- "Tuhan
memelihara mereka dengan sempurna, tulang mereka tidak satu pun
patah."
Digenapi-Yahya 19:32-
"Oleh itu askar-askar pergi mematahkan kaki kedua-dua orang
yang disalibkan bersama-sama Yesus, tetapi apabila mereka sampai
kepada Yesus, mereka lihat Dia sudah meninggal. Oleh itu mereka
tidak mematahkan kakinya."
Ramalan-Rusuknya ditusuk
oleh tombak.
Zakaria 12:10-"Mereka akan
memandang orang yang ditikam oleh mereka,
lalu meratapinya seperti orang
yang meratapi kewafatan anak tunggal."
Digenapi-Yahya 19:34-
"Tetapi salah seorang askar menusuk rusuk 'Isa dengan
tombak, dan pada ketika itu juga keluarlah darah dan air."
Ramalan-KewafatanNya
bersama dengan orang jahat, tetapi dimuliakan.
Yesaya 53:9- "Dia dikuburkan
bersama-sama dengan orang jahat, dan dikebumikan bersama-sama
dengan orang kaya."
Digenapi-Matius 27:57-60-
"Pada waktu petang, seorang orang kaya dari Arimatea bernama
Yusuf datang. Dia juga pengikut Yesus. Dia pergi kepada Pilatus
dan meminta jenazah Yesus. Pilatus memberikan perintah supaya
jenazah 'Isa diberikan kepadanya. Yusuf mengambil jenazah itu
lalu membalutnya dengan kain linen baru. Dia meletakkan jenazah
'Isa di dalam kubur miliknya sendiri yang baru dipahat dibukit
batu. Kemudian Yusuf mengulingkan sebuah batu besar untuk menutup
pintu kubur itu, lalu dia pergi."
2. PERNYATAAN DARIPADA AL-MASIH 'ISA
Banyak kali sudah al-Masih 'Isa
menerangkan kepada pengikutnya bahawa misi penyelamatannya
memerlukan kewafatannya di atas kayu salib. Ini adalah tugas
utama kedatanganNya yang Dia berikan dalam ucapanNya yang
terakhir, yang mana Dia telah memberitahu kepada mereka pada
malam Dia dikhianati. Dan Dia telah pergi untuk menunjukkan
keajaiban Al-kitab. Pengikutnya telah mengisytiharkan tentang
kewafatannya di atas kayu salib sebagai penebusan kemanusiaan.
Matius 16:21- "Sejak itu
'Isa mula berkata dengan terus terang kepada
pengikut-pengikutnya, "Aku harus pergi ke
Baitul Muqqdis dan mengalami banyak penderitaan yang disebabkan
oleh para pemimpin masyarakat, ketua Imam dan guru Taurat. Aku
akan dibunuh tetapi pada hari ketiga Aku akan dibangkitkan semula!"
Matius 17:22- "Apabila semua
pengikut 'Isa berkumpul di Galilea, 'Isa berkata kepada mereka
"Tidak lama lagi Anak manusia akan
diserahkan ke dalam kekuasaan manusia. Dia akan dibunuh, tetapi
pada hari ketiga, Dia akan dibangkitkan semula." Oleh itu pengikut-pengikutnya
berdukacita.
Matius 26:1-2 - "Setelah
'Isa mengajarkan semuanya itu, Dia berkata kepada
pengikut-pengikutnya, "Kamu tahu bahawa dua hari lagi
perayaan Paska akan dirayakan, dan anak
manusia akan diserahkan untuk disalibkan!"
Markus 8:31- "Kemudian 'Isa
mula mengajar pengikut-pengikutnya, "Anak
manusia mesti mengalami banyak penderitaan, dan tidak akan
diterima oleh pemimpin masyarakat, ketua Imam dan guru Taurat.
Dia akan dibunuh, tetapi selepas tiga hari, Dia akan bangkit
semula."
Markus 9:31-"Kerana Dia
sedang mengajar pengikut-pengikutnya. Dia
berkata, "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam kekuasaan
manusia, lalu Dia akan dibunuh, tetapi tiga hari kemudian Dia
akan bangkit semula."
Markus 10:32-34- "'Isa dan
pengikut-pengikutnya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. 'Isa
berjalan di hadapan, sementara pengikut-pengikutnya mengikutinya
dengan cemas. Orang ramai yang mengikut mereka pun takut. Sekali
lagi 'Isa memanggil pengikut-pengikutnya ke tepi, lalu berkata
kepada mereka tentang apa yang akan berlaku terhadap dirinya.
"Dengarlah!" katanya, "Kita sekarang sedang menuju
ke Baitul Muqqadis. Di situ Anak Manusia akan diserahkan kepada
para ketua Imam dan guru Taurat. Mereka akan menjatuhkan hukuman
mati kepadaNya, lalu menyerahkan Dia kepada orang bukan Yahudi.
Mereka akan mengolok-olok Dia, meludahi Dia, menyesahkan
Dia dan membunuh Dia. Tetapi selepas tiga hari Dia akan bangkit
semula!"
Lukas 9:22- "Dia berkata
juga, "Anak manusia mesti mengalami banyak penderitaan,
serta ditentang oleh para pemimpin masyarakat, ketua Imam dan
guru Taurat. Dia akan dibunuh tetapi pada hari
ketiga Dia akan dibangkitkan"
Yahya 3:13-14- "Tidak
seorang pun pernah naik ke Syurga, kecuali anak manusia yang
turun dari Syurga. Sebagaimana ular gangsa
ditinggikan oleh Musa pada sebatang kayu di padang gurun, begitu
jugalah anak manusia harus ditinggikan, supaya semua orang yang percaya kepada
anak manusia beroleh hidup sejati dan kekal"
3. KESAKSIAN DARIPADA PARA HAWARIYUN
Sesiapa yang membaca kisah
rasul-rasul dan mendengar pengajaran daripada mereka akan
mengetahui bahawa doktrin pengajaran dan penyebaran mereka ke
seluruh dunia ini adalah berdasarkan mesejNya yang telah
disalibkan di atas kayu salib untuk penebusan dosa di dunia ini.
Pengikut-pengikut yang mengikuti FirmanNya, selepas menyampaikan
pesanan ini, penulisannya adalah dipimpin oleh Roh Kudus sebagai
petunjuk. Kisah rasul-rasul 2:22-23: "Saudara-saudara orang
Israel dengarlah kata-kata saya ini: 'Isa orang Nazaret itu telah
diberi tugas oleh Allah. Hal ini dinyatakan kepada saudara semua
dengan mukjizat dan keajaiban yang dilakukan oleh Allah melalui
Dia. Saudara-saudara mengetahui hal itu, kerana semua peristiwa
itu berlaku di kalangan saudara. Sesuai dengan rancanganNya
sendiri, Allah sudah menentukan bahawa 'Isa akan diserahkan
kepada saudara-saudara. Saudara semua membunuh Dia ketika
menyebabkan orang berdosa menyalibkan Dia. Tetapi Allah sudah
membangkitkan Dia daripada kewafatan."
Rasul Paulus berkata di dalam 1
Korintus 2:7-8 "Kebijaksaan yang aku sampaikan itu
kebijaksaan daripada Allah. Kebijaksaan itu tidak diketahui oleh
umat manusia, tetapi Allah sudah menyediakannya untuk kebahagiaan
kita, sebelum Dia menjadikan dunia ini. Semua Roh yang berkuasa
dan yang memerintah dunia ini tidak mengetahui kebijaksaan itu,
seandainya roh-roh itu mengetahuinya, tentu roh-roh itu tidak
akan menyalibkan Tuhan yang mulia."
Pengikut Yahya berkata di dalam 1
Yoh 1:7 " Tetapi jika kita hidup di dalam cahaya,
sebagaimana Allah ada dalam cahaya, maka kita hidup rukun dan
darah Yesus, AnakNya membersihkan kita daripada segala
dosa."
Juga terdapat di dalam Kisah
rasul-rasul 2:36,Rom 6:5 -6,1 Kor 1:17 -18,1 Kor 1:22-24,1 Kor
2:1- 2,2 Kor 13:3 -4;Gal 3:13,Flp 2:5-8,Ibr 12:2.
4. TANDA-TANDA YANG TELAH MENYUSUL SEMASA WAFATNYA
AL-MASIH 'ISA
Matius,
penulis Injil memberitahu kita bahawa apabila 'Isa menyerahkan
RohNya, matahari menjadi gelap, dan tirai yang tergantung di Rumah Tuhan
terbelah menjadi dua daripada atas hingga ke bawah. Bumi
bergoncang dan kubur-kubur
terbuka. Mat 27:50-54; "Kemudian 'Isa berseru lagi dengan
nyaring, lalu menghembuskan nafasNya yang terakhir. Kemudian tirai
yang tergantung di dalam Bait Suci koyak dari atas sampai ke bawah, sehingga menjadi dua
helai. Bumi bergoncang, gunung batu terbelah, kubur terbuka dan
banyak umat Allah yang sudah meninggal dihidupkan semula. Mereka
meninggalkan kubur dan setelah 'Isa bangkit daripada kewafatan,
mereka masuk ke Baitul Maqqdis. Di sana banyak orang nampak
mereka. Apabila ketua askar dan askar-askar yang sedang mengawal
'Isa nampak gempa bumi dan segala perkara yang berlaku, mereka
ketakutan. Mereka berkata "Dia betul-betul anak
Allah"
Ini adalah tanda-tanda yang
luarbiasa, unsur-unsur dipindahkan kerana Roh mereka telah
diusik, jadi ketua askar Rom , seorang musyrikin, bertindak balas
untuk membawa keluar hukuman kewafatan ke atas al-Masih 'Isa, dan
yang ada bersamanya, terkejut lalu terus beriman terhadap 'Isa,
beliau telah berkata "Benarlah, Dia betul-betul
Anak Allah".
Peristiwa-peristiwa seperti ini tidak pernah berlaku samada
sebelum atau selepas kematianan mana-mana orang lain.
5. KEBANGKITAN AL-MASIH 'ISA
Kehebatan peristiwa itu telah
digenapi di dalam perkataan al-Masih 'Isa kepada orang-orang
Farisi dan mengambarkannya; "Binasalah
Rumah ini, dan aku akan bangkitkannya pada hari yang ketiga". Sememangnya, pada hari ketiga, hari
pertama pada minggu itu, telah berlaku mukjizat yang sungguh
ajaib daripada semua waktu. Tuhan dengan penuh kemuliaan bangkit
daripada kewafatan. Syurga sendiri telah mengumunkan akan
kejadian yang sungguh hebat ini. Sebelum gempa bumi yang dahsyat
datang, malaikat Tuhan telah turun daripada Syurga dan
mengulingkan batu penutup daripada pintu kubur itu. Dia
menunjukkan dirinya seperti cahaya, dan penjaga yang diaturkan
oleh Pilatus untuk mengawal keselamatan kubur itu terkejut yang
amat sangat. Pengawal ini diletakkan kerana Ketua Imam telah
mengedarkan cerita bahawa pengikut-pengikut 'Isa merancang untuk
mencari jenazah-Nya, atau menyembunyikannya daripada berkata
bahawa Dia telah bangkit.
Pada pagi yang mulia, sekumpulan
wanita telah datang ke kubur dengan membawa bersama ramuan untuk
melumuri jenazah 'Isa sebagai penghormatan yang terakhir. Mereka
yang pertama sampai ke tempat itu ialah Maria Magdalena, dan
Maria ibu kepada Yokabus. Apabila mereka mendapati bahawa batu
yang menutupi pintu kubur itu telah terguling daripada pintu
kubur itu, dan kubur itu kosong, mereka sangat hairan. Sementara
mereka masih kebinggungan, malaikat Tuhan telah memunculkan
dirinya di hadapan mereka dan memberitahu mereka supaya jangan
takut. Matius 28:1-7, "Setelah hari sabat telah berlalu, dan
fajar mula menyinsing pada hari ahad, Maria Magdalena dan Maria
yang lain pergi melihat kubur Yesus. Tiba-tiba berlaku gempa bumi
yang kuat. Malaikat Tuhan turun dari Syurga, menggulingkan batu
penutup kubur itu lalu duduk di atasnya. Rupa malaikat itu terang
seperti kilat dan pakaiannya putih seperti salji. Askar-askar
pengawal ditempat itu begitu ketakutan sehingga mereka gementar
lalu rebah seperti orang wafat. Malaikat itu berkata kepada
wanita-wanita itu, "Janganlah takut aku tahu bahawa kamu
mencari 'Isa yang telah disalibkan itu. Dia tidak ada di sini,
Dia telah bangkit seperti yang dikatakan-Nya dahulu. Marilah
lihat tempat jenazah 'Isa ditempatkan. Sekarang cepatlah pergi
dan beritahu pengikut-pengikutnya, ‘Dia sudah dibangkitkan
daripada kewafatan, dan sekarang Dia pergi ke Galilea terlebih
dahulu daripada kamu. Di sana kamu akan melihat Dia’.
Ingatlah akan apa yang aku katakan kepada kamu."
Dan Matius 28:9-10,
"Tiba-tiba 'Isa datang menemui wanita-wanita itu dan
berkata, "Sejahteralah kamu" mereka menghampiri Dia,
memegang kakiNya dan menyembah Dia. "Janganlah takut,"
kata 'Isa kepada mereka, "Pergilah beritahu saudara-saudara-
Ku supaya pergi ke Galilea; di sana mereka akan melihat
Aku."
Ini adalah apa yang telah berlaku
sewaktu kebangkitanNya. Ia telah dicatat di dalam Al-Kitab dengan
ilham daripada Tuhan dan tidak ada siapa pun yang berani menolak
Firman Tuhan ini. Jika mereka melakukan, seperti mereka mendakwa
bahawa Tuhan dan Malaikat-malaikatnya serta juga al-Masih 'Isa
yang diterima adalah sebagai untuk memperbodohkan orang ramai.
6. KESAKSIAN DARIPADA SEJARAH
Kewafatan al-Masih 'Isa di atas
kayu salib adalah disahkan oleh sejarahwan terawal, golongan
musyirikin, dan juga bangsa Yahudi. Mereka ada mencatatkannya
dengan jelas sekali.
1)Tacitus, seorang sejarahwan,
musyirikin, dalam tahun 55 A.D (selepas kewafatan 'Isa), telah
menulis di dalam bukunya yang mempunyai pengaruh yang besar
tentang penyaliban al-Masih 'Isa dan penderitaannya secara
terperinci.
2) Josephus, orang Yahudi, yang
dilahirkan beberapa tahun selepas penyaliban, menulis sejarah
tentang orang-orangnya, dan menulis catatan secara terperinci
tentang penyaliban al-Masih 'Isa, seperti yang diarahkan oleh
Pilatus.
3) Lucien, Yunani, (100 A.D) ,
seorang sejarahwan Yunani, menulis tentang kewafatan al-Masih
'Isa dan mengenai orang-orang Kristian. Sebagai seorang pengikut
Epicurus, dia tidak dapat memahami keimanan orang-orang Kristian
dan mereka bersedia wafat untuk al-Masih 'Isa. Dalam tulisannya,
dia mencemuh kepercayaan mereka yang berterusan tentang jiwa dan
keinginan mereka untuk ke Syurga. Dia melihat kepada mereka
seperti orang-orang yang menperdayakan orang lain, berpegang
kepada ketidakpastian selepas kewafatan lebih baik daripada
kehidupan sekarang. Salah satu daripada rujukan yang secara tidak
lansung tentang al-Masih 'Isa dalam tulisannya ialah, "Orang-orang
Kristian meneruskan penyembahan mereka terhadap seorang manusia
hebat yang telah disalibkan di Palestin kerana Dia membawa agama
baru kepada dunia".
7. KESAKSIAN DARIPADA PILATUS, GABENOR ROM.
Laporan sepenuhnya tentang
penyaliban al-Masih 'Isa telah dihantar kepada Tiberus kaisar,
penguburanNya, kebangkitanNya daripada kewafatan dan laporan ini
ada terdapat di antara catatan Rom. Ini adalah salah satu dokumen
yang menyokong orang-orang ulama’ Kristian Tertillian dalam
mempertahankan kemashyuran Kristian.
8. LAMBANG PENYALIBAN
Lambang ini adalah sebagai bukti
dan tidak ada sesiapa pun yang boleh menolaknya, setiap agama
mempunyai perbezaan tanda/lambang, seperti enam penjuru bentuk
bintang untuk Yahudi, dan bulan sabit untuk Muslim. Lambang salib
adalah terkenal sejak awal zaman lagi terhadap umat Kristian
Nasrani. Umat Kristian yang terawal telah mengukir lambang Salib
pada kubur selepas setiap kematian dan ditanah perkuburan di mana
mereka mengunakannya sebagai suatu lambang penderitaan.
9. KESAKSIAN SEJARAH DAN KESINAMBUNGAN UMAT KRISTIAN.
Perintah daripada Tuhan, yang
mana telah mengingatkan mereka tentang kewafatan al-Masih 'Isa di
atas kayu salib, adalah kesaksian yang abadi melalui zaman
berzaman bahawa al-Masih 'Isa telah wafat melalui penyaliban.
Sudah pastinya adat ini, yang mana pada malam Dia dikhianati, dan
Dia telah mengarahkan pengikut-pengikutNya untuk mengawasiNya,
adalah berterusan mengingatkan kepada kewafatan penebusan dosa
dan sebagai bukti yang kuat dan mustahil untuk ditentang. Para
pengikutNya menyimpan kata-kata daripadaNya dan terikat dengan
pergerakan gereja dari mulanya lagi, seperti rasul Paulus berkata
di dalam 1: Korintus 11:23-26 "Aku berkata
demikian kerana ajaran yang aku berikan kepada kamu, aku terima
daripada Tuhan. Pada malam itu ketika Tuhan 'Isa dikhianati, Dia
mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah dan membahagi roti
itu lalu berkata: "Inilah tubuh Ku yang diberikan untuk
kamu. Lakukanlah hal ini untuk mengenang Aku." Begitu juga
setelah habis makan, Dia mengambil cawan itu lalu berkata,
"Cawan ini perjanjian Allah yang baru, yang disahkan dengan
darahKu. Setiap kali kamu meminumnya, lakukanlah hal ini untuk
mengenangkannya." Oleh itu setiap kali kamu memakan roti ini
dan meminum dari cawan ini, kamu memberitakan tentang kewafatan
Tuhan, sehingga Dia datang."
10. KESAKSIAN DARIPADA KITAB UMAT YAHUDI (TALMUD)
Talmud adalah sangat terkenal
sebagai Kitab suci menurut pandangan orang-orang Yahudi. Ia
dikumpulkan dalam jumlah yang amat besar, yang mana setiap orang
berminat untuk melihatnya. Salinannya telah dicetak dalam tahun
1943 di Amsterdam, dalam m/s 42 pernyataannya adalah : 'Isa telah
disalibkan sehari sebelum perayaan Paska. Kami memberi amaran
kepadanya selama 40 hari bahawa Dia harus dibunuh kerana Dia
seorang ahli sihir dan merancang untuk memperdayakan Israel
dengan pengeliruannya. Dan apabila Dia tidak melakukannya, Dia
disalibkan pada hari perayaan Paska. Tidak ada seorang pun yang
berani tampil untuk membela Dia? Adakah Dia tidak membangkitkan
kejahatan? Melalui para nabi berkata, Ulangan 13:8 "kepada
orang yang melakukan seperti itu, jangan biar orang itu memujuk
kamu, dan jangan dengarkan kata-katanya. Jangan kasihani orang
itu dan jangan lindungi dia. Bunuhlah dia!"
SEBAB-SEBAB
MENGAPA AL-MASIH 'ISA DISALIBKAN
Kita sering mendengar pertanyaan
ini, khususnya sejak dewasa ini. Ini adalah jawapan yang jelas
kepada orang orang yang percaya kepada keimanan Kristian-
"Ini adalah untuk kita semua dan untuk keselamatan kita, Dia
turun daripada Syurga dan dilahirkan oleh perawan suci Maryam
dengan Roh Kudus. Dia menjadi manusia dan disalibkan untuk kita
oleh Pilatus. Dia menderita dan dikuburkan dan bangkit kembali
pada hari ketiga dan naik ke Syurga."
Berikutnya dihurai beberapa
Nas-nas Kitab Suci yang menunjukkan perlunya al-Masih 'Isa wafat
di atas kayu salib sebagai penebusan Manusia :
1.Perlunya manusia sejagat
untuk penebusan.
Tidak ada keraguan bahawa semua
orang memerlukan keselamatan, kerana dosa terdapat dalam setiap
hati manusia. Rom 3:23 berkata: "Semua orang sudah berdosa
dan jauh daripada Allah yang menyelamatkan mereka". Nabi
Yesaya 53:6 berkata: "Dahulu kita semua seperti domba yang
sesat, masing-masing mengikut jalan sendiri, tetapi Tuhan
menjatuhkan hukuman kepadaNya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan
kepada kita." Yahya, dalam surat pertamanya, 1:8-10,berkata:
"Jika kita berkata bahawa kita tidak
berdosa , kita menipu diri sendiri, dan Roh Allah tidak ada di
dalam hati kita. Tetapi jika kita mengakui dosa kita kepada
Allah, Dia akan menepati janjinya dan melakukan apa yang adil.
Dia akan mengampunkan dosa kita dan membersihkan kita daripada
segala perbuatan yang salah. Tetapi jika kita berkata bahawa kita
tidak berdosa, kita menjadikan Allah pendusta dan firmanNya tidak
terdapat di dalam hati kita."
Di dalam hati setiap manusia
terdapat kesedaran bahawa penyesalan tidak akan menghapuskan
akibat-akibat dosa yang telah dilaluinya. Ia mesti mempunyai
makna yang lebih berkesan untuk memperolehi pengampunan; ini
bermakna bahawa kita terpaksa ‘ditebusi Nya’. Kalau
tidak, bagaimanakah boleh kita menerangkan kewujudan pengorbanan
yang wujud sejak awal masa lagi, dan tersebarnya hakikat konsep pengorbanan
penebusan di kalangan
kebanyakkan agama di dunia ini.
Adakah bukan kerana pertembungan
konsep pengertian yang memerlukan sipesalah untuk menebus
dosanya?
2.Bukti daripada alasannya.
Setelah membaca dan mengetahui
bahawa Allah adalah kudus dan bahawa manusia berdosa, dan dosa
adalah mengaibkan kesucian nama Allah dan membinasakan manusia
yang telah diciptakan oleh Allah seperti diriNya. Sekarang
sepatutnya Dia menjadi Hakim Tuhan. Tuhan tidak mahu membiarkan
kecuali Dia menghukum pendosa. Penyesalan, tetapi tidak kembali
kepada peraturan, tidak boleh dijadikan ukuran pergimbangan.
Tidak ada sesuatu pun yang boleh menebus dosa, untuk menebus dosa
yang lepas. Kemuliaan dan keadilan serta kesucian Allah tidak
boleh dibayar dengan pertaubatan/penyesalan sahaja.
3.Penebusan dituntut oleh
Undang-undang
Undang-undang Tuhan tidak boleh
menolak kebenaran untuk menghakimi, untuk itu berkata: "akibat
dosa adalah kewafatan". Ia
menuntut hukuman daripada pesalah. Undang-undang yang mana
menuntut pesalah adalah bukan sekadar undang-undang.
Undang-undang adalah ‘dakwaan awan’ dan apabila dakwaan
ramai tidak boleh melepaskan tuntutan undang-undang, pesalah
harus dihukum; atau dia patut dicela kerana tidak jujur dan tidak
berpegang kepada undang-undang keadilan. Ringkasnya,
undang-undang, larangan Tuhan, menuntut hukuman daripada pesalah
atau penebusan dosanya. Di sini hati kita mesti sentiasa penuh
dengan pujian dan kesyukuran kepada al-Masih 'Isa yang menawarkan
penebusan ini kepada manusia; dan sebagai keputusannya, setiap
orang mestilah menerima Dia sebagai penyelamat peribadi, dalam
namaNya, mengampunkan dosa. Kerahmatan kepada semua manusia
bahawa penebusan al-Masih 'Isa ini adalah untuk semua dan tidak
seorang pun yang boleh berkata al-Masih 'Isa wafat untuk dia.
.Bagaimana hebatnya perkataan dalam Yesaya 53:12 "Oleh itu
Aku akan ,memberikan Dia kedudukan yang mulia, kedudukan di
kalangan orang besar dan kenamaan. Dia rela mengorbankan
nyawaNya, dan dia dianggap sebagai orang jahat. Dia menanggung
dosa banyak orang dan berdoa agar mereka diampuni.". rasul
Paulus berkata di dalam Ibrani 5:8-9, "Tetapi meskipun 'Isa
anak Allah, Dia belajar menjadi taat melalui penderitaanNya. Oleh
itu sesudah Dia menjadi penyelamat yang sempurna, Dia menjadi
sumber penyelamatan yang kekal bagi semua orang yang taat
kepadaNya"
4.Penebusan kesusilaan
manusia diperlukan.
Ini adalah benar bahawa manusia
mempunyai kesusilaan dan perasaan yang sentiasa untuk penghargaan
yang tinggi, keadilan serta kesucian. Jika seseorang tidak senang
dengan dosanya dan tidak dapat mencari penebusan, dia mempunyai
masalah di dalam jiwanya dan akhlaknya terganggu.
Juga bersetuju bahawa manusia,
walaupun jatuh ke dalam perbuatan dosa, perasaan bimbangnya tidak
dapat dimusnahkan. Kekuatan kesusilaannya sentiasa boleh mengerti
yang mana betul atau salah dan mengambil keputusan untuk
memusnahkannya ataupun untuk melakukannya (kebajikan).
Kita boleh berkata bahawa
perasaan ini adalah suara Tuhan, Penciptanya , dan sama sekali
bertindakbalas kepada hukum undang-undangNya yang telah diberikan
melalui Nabi Musai, walau pun perasaan kebimbangan ini sahaja
tidak dapat menyelamatkan manusia daripada penghakiman.
Ia boleh mempengaruhi manusia
daripada melakukan dosa, tetapi tidak boleh membebaskannya.
Percaya kepada undang-undang adalah bagus, tetapi undang-undang
juga tidak dapat melepaskannya. Undang-undang, rasul Paulus
berkata memempin kita kepada 'Isa.
Jadi, perasaan kebimbangan atau
kesedaran daripada dosa menuntut kita kepada pengantara yang
benar, yang menebus dosa kita semua, tetapi dengan semua
kepentingan kebenaran ini, semua orang mesti berusaha untuk
menyelesaikan masalah kebimbangan dengan melakukan kerja yang
benar, dan mengira kerja baik ini adalah persamaan untuk
pengampunan daripada Tuhan.
5.Rencana Tuhan Untuk
Penebusan.
Jika tidak ada sebarang alasan
untuk penebusan, Tuhan tidak akan merancangkannya. 'Isa berkata
di dalam Matius 20:28 "Kamu harus berbuat demikian kerana
Anak Manusia datang bukan untuk dilayani : Dia datang untuk melayani
orang serta menyerahkan nyawanya
untuk membebaskan banyak orang". Juga di dalam Yahya 3:16 'Isa
berkata: "Allah sangat mengasihani orang di dunia ini
sehingga Dia memberikan Anaknya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh
kehidupan yang sejati dan kekal."
Dalam Galatia 4:14 rasul Paulus
berkata: ‘Tetapi pada saat yang tepat, Allah mengutuskan
AnakNya sendiri ke dunia ini. Anaknya itu dilahirkan oleh seorang
wanita dan hidup di bawah Taurat."
Keagungan ayat ini menunjukkan
kepada kita bahawa Tuhan mengasihani manusia dengan kasih sayang
yang sebenarnya. Kaya dengan pengampunan, kasih ini dilimpahi
dengan pengampunan yang telah ditunjukkan oleh 'Isa yang memberi
pernyataan melalui Korban Penebusan beliau dan telah pun
menyempurnakannya di atas kayu salib. Dan ini memberitahu bahawa
Tuhan bukan sahaja suci dan saksama, tetapi juga maha
penyayang.Kesedaran manusia berdosa terhadap penebusan melalui
kasih dan kasih adalah ikatan yang menghubungkan dia kepada kayu
salib. Tanpanya Tuhan tidak dapat membuktikan kasihNya. Jadi 'Isa
telah berkata, "Jika Aku ditinggikan, Aku
akan membawa ramai orang kepadaKu".
Pembaca budiman, kita hidup
dengan penuh perasaan. "Berpeganglah kepada undang-undang
baru dan perbuatlah sewajarnya". Dan "di sinilah adanya
persaudaraan baru, terimalah ia". "Kami bersedia
menolong", Tetapi kata-kata ini adalah kosong yang mana
ditinggalkan di atas kayu salib al-Masih 'Isa. Tanpa kayu salib
itu, semua "undang-undang baru" adalah sia-sia sahaja
dan "persaudaraan baru" adalah pembohongan dan
"pertolongan" bertukar menjadi perluasan senjata.
Kesilapan generasi kita adalah
seperti orang-orang Yunani dan Yahudi dahulu; yang mana pendapat
mereka tentang penyaliban , memandangnya sebagai suatu kebodohan,
kelemahan, remeh serta menyinggung perasaan.
Anggapan kesilapan mereka bahawa
mereka terlupa untuk bangun menangis meminta pertolongan, atau
berkata, "Anak domba Tuhan yang mengambil
semua dosa daripada dunia ini". Mereka terlupa Firman bijaksana
yang termaktub di dalam Amsal 14:34, "Keadilan meninggikan
martabat bangsa, tetapi dosa mendatangkan hinaan kepada
bangsa".
Pernahkah Anda Bandingkan Injil Palsu Barnabas dan Islam?
IPB - Injil Palsu Barnabas:
Perkataan Injil sebenarnya
berasal daripada perkataan dalam bahasa Yunani (euanggelion) yang
bermaksud "Berita gembira atau Berita baik tentang Al-Masih".Walaupun
karya Injil Barnabas banyak menceritakan tentang kehidupan 'Isa selama
hidupNya di dunia ini, bahkan juga pemberitaan Malaikat kepada ibuNya
iaitu Mariam (Injil Barnabas fasal 1) di dalam versi yang berbeza-beza
bahkan bertentangan dengan Injil yang asal,juga bertentangan dengan
keseluruhan kitab suci Perjanjian Baru.
Kalau dilihat secara sepintas
lalu, ada kemiripan dengan Injil sebenar,namun terdapat perbezaan yang
jelas sekali iaitu setelah ditelaah dengan lebih mendalam, tampak
dengan nyata akan temberangnya,sebab utama dan juga tujuannya adalah
sangat berbeza malah bertentangan sekali dengan imam kekristianan dan
juga perwatakkan Perjanjian Baru.Tujuan dan maksud karya yang diberi
nama Injil Barnabas ini adalah sebenarnya bertujuan seperti berikut:
Penolakan terhadap 'Isa
al-Masih sebagai "Anak Allah" atau sebagai "Firman Allah" yang telah
menjelma menjadi manusia; dan konsep asalnya adalah menolak 'Isa
sebagai al-Masih.
Penolakan terhadap 'Isa sebagai Anak Allah atau sebagai Firman Allah
yang menjadi manusia dan juga sebagai Al-Masih.Hal ini dapat kita
temukan melalui pernyataan daripada:
Dimana 'Isa berkata: "....Aku hanya akan disiksa dalam orang
lain, kerana hukuman itu sesuai bagiku,kerana ramai orang yang
memanggil aku Allah;...Aku telah mengaku bahawa bukan sahaja aku bukan
Allah...,malah aku telah mengakui pula,bahawa aku bukanlah Al-Masih itu".(IPB 198:6)
Malahan aku menceritakan padamu (Barnabas),bahawa sekiranya aku
tidak dipanggilkan Allah,aku telah dibawa ke Syurga,ketika aku akan
berangkat dari dunia ini,...ketahuilah,oh Barnabas, bahawa kerana ini
aku harus mengalami pengajaran yang besar...."
Atas sebutan Allah terhadap dirinya itu, hazrat 'Isa tidak
bertanggungjawab dan merasa tidak bersalah, sebab dia sendiri tidak
pernah memikirkan tentangNya.
Jawab 'Isa :"Aku adalah 'Isa anak Maria,...seorang manusia fana dan bertakwa kepada Allah (IPB 96:2)
'Isa menjawab: "Demi Allah,... aku bukanlah al-Masih itu,
kepadanya seluruh suku bangsa menantikannya,....syaitan akan
membangkitkan lagi hasutannya yang terkutuk itu,dengan perbuatan iman
yang tidak hormat kepada Allah dan putera Allah dan dari sana
kata-kataku dan dogma ajaranku akan ditukar..." (IPB 96:6).
Masih banyak ucapan-ucapan seperti ini,dimana 'Isa mengaku hanya
sebagai manusia biasa dan menyangkal apabila dikatakan atau dianggap
sebagai Allah atau Anak Allah.(IPB 93:1-2,94:1)
Satu hakikat yang mengherankan sekali ialah apabila Injil palsu
Barnabas ini menyangkal gelaran "Al-Masih" kepada Hazrat 'Isa seperti
di IPB 96 ayat 2 di atas, 'Barnabas' ini dengan ketaranya bercanggah
dengan nas al-Quran sendiri. Misalnya dari surah 3 al-Imran ayat 45
yang berkata:
Malaikat berkata: "Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi khabar
gembira kepada engkau dengan kalimatNya, namanya Al-Masih 'Isa anak
Maryam, yang mempunyai kebesaran didunia dan akhirat dan termasuk
orang-orang yang terdekat kepada Tuhan"
Yang aneh ialah apabila umat Islam dengan butanya menerima 'Injil
Barnabas' ini yang bercanggah dengan nas al-Quran berulang-ulang kali
dalam hal di atas! Akan tetapi al-Quran tidak pernah memberi gelaran
"al-Masih" kepada nabi Muhammad.
Dengan menolak 'Isa al-Masih sebagai "Anak Allah",secara langsung atau tidak langsung juga menolak kefahaman Triniti.
Penolakan fahaman Triniti kekristianan adalah lebih ketara
lagi,malah disebutnya Muhammad sebagai Al-Masih yang akan datang oleh
'Isa dan bukannya Roh Kudus,sebagaimana yang terdapat di dalam Injil
asal atau kitab Perjanjian Baru.
Ditonjolkan tokoh Ibrahim dan perjanjian Allah dengannya serta
ditegaskannya akan tanda sunat atau khatan (IPB 23:29)dan Ismail (IPB
43:11).Dalam perbualan diantara 'Isa dengan kedua orang muridnya iaitu
Andreas dan Yakobus,dimana kedua orang murid itu bertanya :"Dengan
siapakah janji yang dibuat oleh Allah kepada Ibrahim,yang akan lahir
samaada dari Ishak atau Ismail
Yakobus menjawab: "Oh guru, ceritakanlah kepada kami dalam
(keturunan) siapakah perjanjian ini dibuat,kerana bangsa Yahudi
mengatakan;dalam keturunan Ishak dan keturunan Ismail pula
mengatakannya dalam keturunan Ismail". (IPB 43:6)
'Isa menjawab: "Berimanlah kepadaku,kerana dengan sesungguhnya
aku katakan kepadamu,bahawa perjanjian itu telah dibuat dengan Ismail,
bukan dengan Ishak".
Dengan demikian Perjanjian lama yang asal yang menyatakan bahawa
janji itu akan lahir daripada keturunan Ishak (Kej 12:12) oleh penulis
aritike yang diberi judul 'Injil Barnabas' telah dihapus dan
diubahsuaikan.Sebagaimana yang kita ketahui bahawa keturunan Ismail
adalah daripada bangsa Arab berbanding dengan Kej 25:18 yang daripada
keturunannya Muhammad dilahirkan.Ayat ini adalah bertentangan juga
dengan apa yang telah diberitakan oleh Al-quran,bahawa anak yang
dijanjikan oleh Allah terhadapnya (Ibrahim) sebagai warisnya ialah anak
yang dilahirkan melalui Sarah iaitu Ishak kerana sesudah Ishak akan
dilahirkan pula Yaakob,cuba lihat (QS 11 Huud 71).Daripada Yaakob
inilah yang kemudiannya Allah mengantikannya dengan nama
Israel,daripada Israel akan lahir dua belas suku bangsa Israel,salah
satunya adalah bangsa Yahudi dan dari suku inilah 'Isa
dilahirkan.Sesuai dengan firman Allah bahawa keselamatan itu lahir
bukan dari bangsa lain kerana bangsa lain itu menyembah
berhala,melainkan hanya daripada bangsa Yahudi.
"Kamu menyembah apa yang kamu tidak kenal,kami menyembah apa yang kami kenal,sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi" (Injil Yahya 4:22)
Berita tentang keselamatan sudahpun disebarkan,marilah kita
sama-sama datang kepada Tuhan yang disembah oleh Ibrahim,Ishak dan
Yaakob dan janganlah kita menyembah apapun yang disampaikan atau
diberitakan oleh bangsa lain walaupun mereka menyebut Allah juga yang
mereka sembah,itu adalah satu penyesatan yang nyata.
Mengamini dan menguatkan kenabian Muhammad (fasal 112:4). Hal
ini dapat dilihat dengan jelas dari pernyataan yang diletakkan pada
"Mulut 'Isa", seakan akan 'Isa lah yang bersabda:
Bahawa 'Isa bukanlah Al-Masih itu (IPB 96:6,42:2,220:8)
Tetapi al-Masih/Mesiah yang datang itu adalah Pesuruh Allah
yang terpuji ialah "Ahmad" (Muhammad).(IPB 97:10,220:8,bandingan QS
61:1)
Bahawa janji Allah itu akan lahir daripada keturunan Ismail
dan bukannya daripada keturunan Ishak (IPB 43:10),ini adalah amat
bertentangan sekali dengan apa yang diberitakan oleh Al-quran,(cuba QS
11:17)
Membela atau mempertahankan Islam
"......mahu tidak mahu harus ada satu Allah....." (IPB 29:2)
"Aku adalah Allah sendiri,dan tidak Allah lain kecuali Aku...." (IPB 29:15)
".....Cuma hanyalah Allah Yang Maha Esa dan Muhammad adalah pesuruh Allah...." (IPB 39:3,5 dan 41:14).
Apakah yang akan terjadi
sekiranya kita perhatikan dengan sedalam-dalamnya ketiga-tiga
keterangan di atas, kemudian kita bandingkan, maka kita akan dapat
melihat bahawa bunyinya adalah cenderong kepada keislaman yang
maksudnya adalah seperti berikut:
"Bahawasanya Allah itu hanya
satu,iaitu Tuhan Yang Maha Esa,maka tidak ada Ilah(Allah) lain selain
Allah (Aku),dan Muhammad itu adalah Rasul (pesuruh )Allah"
Ayat ini adalah seperti dengan ayat kalimah syahadah bagi kaum Muslim iaitu:
"Aku bersaksi tidak ada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul Allah"
Dengan demikian pertanyaan kami
yang pada mulanya ialah,"INJIL BARNABAS,QUO VADIS",(Injil Barnabas anda
menunjukkan ke arah mana?)Sekiranya anda boleh menjawab,atau paling
tidak akan ketaralah maksudnya.Bahawa karya yang diberi judul Injil
Barnabas tersebut adalah sangat jelas akan keislamamnya serta menuju
kearah Islam.
Melihat nadanya yang keislamikan
itu,kami sangat ragu bahawa karya yang berjudul 'Injil Barnabas' ini
ditulis oleh Barnabas teman Paulus atau orang yang hidup pada abad
1,tetapi bagi kami,kami semakin yakin bahawa penulisnya adalah orang
yang hidup pada zaman Islam yang telah ada dan memang terbukti bahawa
penulisnya INJIL BARNABAS ialah MUSTAFA DE ARANDE . Untuk mengenalpasti
ajaran-ajaran sesat tersebut Tuhan telah menunjukkan beberapa ciri
penyesat itu,walaupun kadang -kadang kita terdorong dengan penampilan
dan gaya mereka dalam menyesatkan orang-orang yang percaya.Dengan itu
berhati-hatilah dengan para penyesat ini,kerana mereka akan berusaha
semaksima yang mungkin untuk mempengaruhi anak-anak Tuhan supaya ragu
terhadap Firman Allah dan keselamatan yang telah diberikan Tuhan kepada
umat tebusannya agar mereka menjadi tidak yakin lagi.Dibawah ini ada
tersenarai ayat ayat di dalam Al-kitab yang menerangkan tentang
pengajar-pengajar sesat ini:
AntiKristus (Masihu Dajjal) akan datang
"Anak-anakku,akhir zaman sudah dekat!Kamu diberitahu bahawa musuh
Kristus akan datang.Sekarang ramai orang yang memusuhi Kristus telah
muncul.Oleh itu kita tahu bahawa akhir zaman sudah dekat" (1 Yohanes 2:18)
Dia pergi dan menyesatkan
"Ramai penipu telah pergi ke seluruh dunia,mereka tidak mengakui
'Isa Kristus telah datang ke dunia sebagai manusia,orang seperti itu
adalah penipu dan musuh Kristus" (2 Yohanes 1:7)
Dia pendusta dan penyangkal 'Isa
"Siapakah pendusta itu?Bukankah dia yang menyangkal bahawa 'Isa
adalah kristus?Dia itulah antiKristus,iaitu dia yang menyangkal baik
Bapa mahupun Anak" (1 Yohanes 2:22)
Dia menyerang orang-orang kudus
"Dan ia diperanakkan untuk berperang melawan orang-orang kudus
dan untuk mengalahkan mereka,dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap
suku dan umat dan bahasa dan bangsa." (Wahyu 13:7)
Dia berwarna hijau kuning
"Dan aku melihat sesungguhnya,ada seekor kuda hijau kuning dan
orang yang menungganginya bernama Maut,dan kerajaan maut
mengikutinya.Dan kepada mereka diberi kuasa atas seperempat daripada
bumi ini untuk membunuh dengan pedang,dan dengan kelaparan dan
penyakit,dan dengan binatang-binatang buas di bumi ini." (Wahyu 6:8)
Mulutnya penuh dengan kesombongan dan hujat
"Dan kepada binatang itu diberikan mulut,yang penuh kesombongan
dan hujat,kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukan selama empat
puluh dua bulan lamanya" (Wahyu 13:5)
"Dan semua orang yang tinggal di atas bumi akan
menyembahnya,iaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia
dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba yang telah
disembelih" (Wahyu 13:8)
Dia mempunyai bilangan 666
"Yang penting di sini ialah hikmat dan barangsiapa yang
bijaksana,baiklah ia menghitung bilangan binatang itu,kerana bilangan
itu adalah bilangan seorang manusia dan bilangannya ialah enam ratus
enam puluh enam" (Wahyu 13:18 , bandingkan Injil Palsu Barnabas 21:1-6)
O Blessed Mother Mary Even as the Spirit of God Does Guide and Watch over Us, So Guide Thou also Me Unto the Depths of My Own True Self.
Let the Purity of Thy Spirit Come Forth To Water the Earth And Bring Life to Its Children, In the Spirit of Love, Wisdom, and Compassion.
O Blessed Mother Mary, May Thy Glory Draw Forth the Glory from Within Me, That I May Stand in the Light of the Christ, With the Joy of Knowing That I Am One with Thee And Our Lord Christ Jesus In the Body of the Holy Assembly.
O Blessed Mother Mary, Strengthen Our Hearts and Minds With Divine Love, Wisdom, and Compassion That We May Better Serve With Thee, And Our Lord and Master Christ Jesus.
Glory Unto God. Glory Unto the Christ. Glory Unto the Holy Spirit. Amen.
Sandakan: About
4,000 parishioners and guests witnessed the Episcopal Ordination of
Rev. Julius Dusin Gitom as Bishop at St Mary's Cathedral here Monday,
and with it the establishment of the Sandakan Diocese.
The three-hour ceremony was
conducted by Archbishop Salvatore Pennaochin, apostolic delegate to
Malaysia. The event was attended by 11 bishops and priests from Brunei,
Thailand, Singapore, Philippines and Malaysia.
Bishop Julius' father Gitom Tinggagau and his five siblings were also on hand to witness the historic event.
Julius, 50 who hails from Kiulu was ordained a priest on Nov. 19, 1989 at St Pius X Bundu Tuhan.
LIKAS (CS). - For the 11th consecutive year, the Campus Ministry Office
(CMO) of the Kota Kinabalu Diocese jointly organised Hari Warga Kampus
(Campus Day) with the Sabah Catholic Student Council (SCSC) at the St
Simon's Subparish Centre Likas Sept 7-9.
Two
hundred and twelve participants from 13 institutes of higher learning
(three universities, two teachers training institutes and eight
colleges) including three newcomers (Montfort Youth Training Centre,
Cosmo Point and Multi Media College) took part in event.
The
main resource speaker was Gabrielite Brother Thomas Paul of Montfort
Youth Training Centre (MYTC) Penampang who spoke on loving oneself and
appreciating the Catholic faith.
A highlight of the event was
the unexpected visit of Bishop John Lee who dropped in briefly to say
hello to the participants and to encourage them to make the most of it.
Campus
Day is organised yearly for freshies (first year campus students) from
the different institutes of higher learning to get to know each other,
to know the challenges and temptations facing them as campus students
and to strengthen their faith life.
Other speakers included Sr
Anita James fsic and ex-UMS student Harry Lawrence who gave some tips
to the participants on how to grow in their faith life.
Other
activities included an open forum which elicited a number of questions
from the floor and group presentations from the different institutes
(Bakat Warga Kampus) in song, dance, mime or sketch.
The
concluding Mass was presided over by Fr John Wong. During the
Presentation of Gifts, each institute offered a symbolic gift.
Theo: Rakan setia, seperti yang kita ketahui bersama tepat pada tanggal 7 Oktober besok kita semua umat Katolik memperingati peristiwa Bunda Maria yang diangkat oleh Gereja sebagai ratu Rosari. Oleh karena itu maka pada setiap bulan Oktober diperingati sebagai bulan rosario oleh umat katolik diseluruh dunia, berkenaan dengan hal itu maka pada kesempatan malam hari ini kita akan mengulas tentang “Bulan Rosario”. Kami perkenalkan Sr. Marta MASF beliau adalah seorang Pembina Legio Maria di Gereja. Dan juga menemani kita disini serbagai nara sumber yaitu Bapak Paulleta, anggota kelompok Legio Maria Di Paroki St. Petrus dan Paulus Dahor. Saya mulai dari Sr Martha. Suster berasal dari bahasa apa dan apa makna kata Rosario itu ? Sr. Marta: Rosario berasal dari bahasa latin yaitu “Rosarium” yang berarti taman/karangan bunga mawar. Kata ini menyimbolkan: Pertama: Ungkapan doa kita yang tulus terhadap Bunda Maria, bagaikan mawar indah yang harum mewangi. Kedua: Menunjukkan keunggulan Bunda Maria diantara wanita dan umat beriman pada umumnya, sebab ia penuh rahmat, ratu para perawan dan bunda Yesus.
Theo: Bisa diceritakan bagaimana sejarah Doa Rosario itu ? Sr. Marta: Jika dilihat dari sejarah. Pada abad pertengahan, ada banyak biarawan monastic yang tidak mampu berbahasa Latin, sehingga mereka kesulitan mengikuti doa offisi (mendaraskan mazmur). Maka mereka mengganti doa offisi dengan mendaraskan 150 kali doa Bapa Kami. Jumlah doa Bapa Kami itu dihitung dengan seuntai tali manik-manik atau tali berikat-ikat. Tali itu disebut Pater Noster (Bapa Kami). Seiring dengan perkembangan devosi umat kepada bunda Maria, maka kebiasaan mendoakan Bapa Kami dengan manik-manik itu bergeser kepada doa Salam Maria. Doa Salam Maria didaraskan dan dihitung dengan menggunakan tali Pater Noster. Rangkaian doa Salam Maria yang didoakan 150 kali itu disebut “Psalterium Marianum”, artinya Kitab Mazmur Maria. Seratus lima puluh Salam Maria terbagi atas 15 sepuluhan yang masing-masing didahului doa Bapa Kami sebagai antiphon dan ditutup Kemuliaan sebagai doa tanggapan. Rosario kemudian berperan sebagai peniru sekaligus pengganti offisi kaum biarawan yang tidak bisa membaca. Nah sejak abad XII, doa salam Maria mulai diulang – ulang untuk mengenang 5 sukacita Maria yaitu :
kabar dari malaikat
kelahiran Yesus
kebangkitan Yesus
kenaikan Yesus dan pengangkatan Maria ke surga.
Pada abad XIII, lima suka cita Maria itu ditambah dengan penampakan Tuhan dengan kepada bangsa2 kafir, Pentakosta, kunjungan Maria kepada Elisabet, sehingga menjadi 7 suka cita Maria.
Kemudian pada abad XV, daftar presidia yang ditetapkan sebagai landasan doa rosario makin dikenal dimana-mana seiring dengan ditemukannya mesin cetak. Buku kecil yang dicetak di Ulm (Jerman) tahun 1483 menganjurkan tiga rangkaian gambar, masing-masing memuat lima lukisan tersendiri, yaitu 5 sukacita Maria, 5 penumpahan darah Yesus dan 5 suka cita Maria setelah kebangkitan Yesus. Jadi Inilah ke-15 peristiwa Rosario yang kita kenal hingga sekarang. Dan daftar ini pun disahkan Paus Pius V ketika menetapkan Rosario sebagai doa yang sah pada tahun 1569.
Andre: Ada penambahan peristiwa pada doa Rosario yaitu Peristiwa Cahaya, apa benar seperti itu Suster dan jikalau benar mengapa ada penambahan peristiwa seperti itu ? Sr. Marta: Berdasarkan Enskilik Marialis Cultus dari Paus pendahulunya, yang membicarakan tentang Rosario sebagai ringkasan Injil, Paus Yohanes Paulus II dalam Enskilik Rosarium Virginis Mariae, merasa perlu melengkapi pola baru pada pola rosario yaitu peristiwa Terang. Paus mengatakan “Agar Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh, tepatlah ditambahkan renungan tentang peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum antar pembaptisan dan sengsaraNya. Peristiwa-peristiwa baru ini ditempatkan sesudah renungan sekitar inkarnasi dan kehidupan Yesus yang tersembunyi (peristiwa gembira) dan sebelum renungan yang berpusat pada sengsaraNya (peristiwa sedih) dan kenangan akan kebangkitanNya (peristiwa mulia). Jadi penambahan peristiwa baru ini dimaksudkan untuk memberi kesegaran dan untuk mengobarkan minat baru terhadap doa rosario dalam spritualitas kristiani sebagai jalan lurus menuju lubuk hati Yesus, samudera sukacita dan terang sengsara dan kemuliaan."
Andre: Sebetulnya apa perbedaan antara Bulan Rosario dan Bulan Bunda Maria? Karena pada umumnya umat Katolik banyak yang tidak mengerti antara Bulan Rosario dan Bulan Bunda Maria, banyak dari mereka yang menganggap bahwa bulan Oktober ini adalah Bulan Bunda Maria. Sr. Marta: Jelas berbeda ya. Bulan Maria diperingati setiap bulan Mei (31 Mei), untuk memperingati bunda Maria mengunjungi Elizabeth saudarinya. Peristiwa ini perlu dimaknai oleh gereja bahwa Maria karena imannya, dipilih Tuhan sebagai jalan keselamatan yakni mengandung oleh Roh Kudus dan melahirkan Yesus Sang Juru Selamat. Kunjungannya kepada Elizabeth merupakan pewartaan kabar gembira, perjumpaan iman karena Elisabet menyambutnya dengan salam khusus, dan bayi yang dikandungnya pun melonjak kegirangan, sedangkan bulan Rosario (7 oktober) seperti yang telah dijelaskan di awal acara tadi untuk memperingati Bunda Maria yang diangkat oleh Gereja sebagai Ratu Rosari.
Theo: Pak Paul, anda sebagai warga paroki, menurut anda kegiatan-kegiatan apa saja yang sebaiknya dilakukan di lingkungan paroki dalam memperingati bulan Rosario ini? Paulleta: Kegiatan-kegiatan itu seperti: tentunya menggiatkan doa rosario di kelompok-kelompok kring, kelompok kategorial, kegiatan kerohanian disekolah. Tapi sebenarnya bukan hanya doa rosario yang digiatkan, melainkan kesempatan untuk menimba spritualitas Bunda Maria, misalnya dengan meneladani imannya, keterbukaannya kepada kehendak Allah, kesetiaannya mendampingi Yesus sampai disalib, dan sebagainya. Hal ini dapat direnungkan dalam kegiatan rekoleksi, retret, ceramah atau sharing iman.
Andre: Mengapa Umat Katolik memperingati Bulan Rosario? Sr. Marta: Jadi Rosario merupakan sarana doa untuk merenungkan peristiwa-peristiwa keselamatan yang dikerjakan oleh Allah melalui Yesus. Sambil berdoa rosario kita merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus sejak dari kandungan hingga naik ke surga. Dari setiap peristiwa keselamatan tersebut terlihat bahwa peranan Yesus dan Maria, ibuNya adalah tak terpisahkan. Peristiwa keselamatan inilah yang penting untuk kita peringati setiap tahun, untuk memperdalam iman kita akan kasih Allah, terutama dengan merenungkan peristiwa-peristiwa dalam rosario. Maka sebenarnya kalau kita berdoa rosario tidak cukup hanya mendoakan Salam Maria 53x dan Bapa Kami 6x, tetapi sambil mendaraskan doa-doa itu kita merenungkan setiap peristiwa yang kita doakan.
Theo: Seperti yang kita ketahui sarana yang biasa digunakan dalam doa Rosario adalah untaian biji-bijian yang bentuknya menyerupai kalung. Apa makna Biji rosario itu? Sr.Marta: Pada awalnya, biji-biji itu sekedar alat hitung untuk menandai alur Salam Maria. Namun biji itu juga dapat menjadi symbol yang lebih dalam. Perlu diperhatikan, biji-biji itu menyatu pada salib. Dari sini alur doa dimulai dan diakhiri. Hal ini melambangkan kehidupan dan doa orang beriman yang terpusat pada Kristus. Segala sesuatu dimulai dari Dia, tertuju kepadaNya dan lewat Dia, dalam Roh Kudus sampai kepada Bapa. Beato Bertolo Longo (seorang rohaniwan) melihat untaian biji-biji itu ibarat “rantai” yang menghubungkan kita dengan Allah. Sebuah rantai yang halus, karena haluslah ikatan kita dengan Allah yang adalah Bapa kita juga. Ia adalah sebuah rantai “putrawi” yang menjadikan kita serasi dengan Maria, hamba Tuhan (Luk 1:38), dan lebih2 dengan Kristus yang walaupun dalam rupa Allah, menjadikan diriNya seorang “hamba” karena kasihNya kepada kita (Flp2:6-7). Untaian biji-bijian itu akhirnya adalah lambang ikatan relasi dan persaudaraan yang menyatukan kita semua dalam Kristus.
Andre: Jika ada beberapa umat yang berdoa rosario tidak menggunakan untaian rosario, apakah hal ini dapat dibenarkan? Sr. Marta: Hal ini tidak masalah. Karena Untaian Rosario itu hanyalah sarana yang membantu kita dalam mendaraskan doa Rosario. Apabila tidak ada manik-manik Rosario, kita masih dapat menggunakan jari-jari kita untuk menghitung 10 Salam Maria. Adalah jauh lebih baik jika kita berdoa Rosario tanpa menggunakan untaian rosario, daripada sama sekali tidak berdoa Rosario.
Theo: Apakah ada ketetapan baik itu peristiwa gembira, mulia maupun sengsara yang dibawakan pada hari-hari tertentu? Sr. Marta: Ya memang seperti itu. Jadi pada umumnya, Peristiwa Gembira kita renungkan pada hari Senin dan Sabtu, Peristiwa Cahaya pada hari Kamis, Peristiwa Mulia pada hari Rabu dan Minggu. Tetapi, hal tersebut ditetapkan hanya sebagai pedoman umum. Artinya,peristiwa yang di renungkan itu tidak baku; kita bebas memilih peristiwa mana yang hendak kita renungkan atau kita anggap cocok untuk situasi tetentu. Misalnya saja, pada Masa Paskah kita cenderung merenungkan peristiwa Mulia dan bukan peristiwa Sedih. Contoh lain pada saat seorang anggota keluarga meninggal, kita tidak akan merenungkan peristiwa gembira meskipun itu hari Senin misalnya.
Theo: Baik suster, bagaimana ada umat yang pada saat pelantunan doa rosario tertidur. Bagaimana mengatasi hal ini ? (mengingat Rosario mendaraskan Salam Maria secara terus menerus) Sr. Marta: Sebenarnya hal yang paling penting di sini niat dan usaha. Apabila pikiran kita menerawang atau bahkan kita tertidur saat berdoa Rosario, jangan berputus asa dan marah kepada diri sendiri. Sebaliknya, bawa semua pelantunan dan kelemahanmu itu dalam doa.
Andre: Kalau untuk penggunaan Rosario sebagai kalung, gantungan di mobil, dan sebagainya, apakah hal itu dibenarkan? Sr. Marta: Hal itu tidak salah. Karenakan Rosario sudah diberkati, jadi kehadirannya membantu meyakinkan pemakai/pemilik bahwa ia tidak berjalan sendiri melainkan bersamaNya.
Andre: Seandainya Berdoa Rosario di dalam perayaan misa apakah hal ini juga dibenarkan? Sr. Marta: Jadi Ekaristi Kudus adalah doa yang paling Agung dan tinggi tingkatnya; semua umat beriman diharapkan ambil bagian di dalamnya secara khidmat dan khusuk. Tetapi, memang dalam kalangan generasi tua memang ada kebiasaan seperti itu, mengingat pada masa lalu Ekaristi dipersembahkan dalam bahasa Latin yang tidak dipahami umat, sehingga mereka berdoa rosario.
Theo: Apakah doa Rosario itu harus didoakan lengkap 5 peristiwa? Sr. Marta: Idealnya, doa Rosario itu didoakan 15 peristiwa lengkap, seperti yang biasa dilakukan orang pada zaman dahulu. Tetapi sekarang didoakan 5 peristiwa saja. Namun demikian, umat boleh saja mendoakan rosario secara tidak lengkap, misalnya hanya 3 peristiwa saja bila keadaan tidak memungkinkan.
Theo: Jika kita membicarakan Rosario pasti erat hubungannya dengan Bunda Maria, karena melakukan devosi kepada Bunda Maria itu dilakukan dengan berdoa Rosario. Jadi siapa Bunda Maria sehingga Gereja mengakui dia sebagai Bunda Allah? Sr. Marta: Kalau dilihat dari garis keturunan, Bunda Maria adalah anak dari Yoakim dan Anna, tunangan Yusuf dan Ibu Yesus. Namun seperti yang kita ketahui bersama kita mengenal bunda Allah dan Bunda Gereja. Maksud Bunda Allah di sini karena Katolik percaya bahwa Allah tidak terikat oleh suatu kewajiban apa pun untuk memilih seorang ibunda dan segala sesuatu yang berhubungan denganNya. Dengan demikian, ia memilih untuk memberikan kepada Maria kuasa atas diriNya yang hanya dapat dinyatakan dengan cinta. Gereja Katolik percaya bahwa dalam memilih ibundaNya, Putera Allah memilih untuk memberikan kepadanya kuasa atas kehendakNya yang karena kasih senantiasa dimiliki oleh seorang ibu yang baik bagi anaknya.
Andre: Kalau maksud Maria sebagai Bunda Gereja bagaimana Suster? Sr. Marta: Dia Bunda gereja karena berkaitan dengan peristiwa sesudah Yesus wafat, para rasul dan Bunda Maria berkumpul untuk berdoa menanti kedatangan Roh Kudus. Akhirnya Roh Kudus turun kepada Para Rasul dan sesudah itu lahirlah Gereja perdana. Menjelang Yesus wafat juga sempat menyerahkan Maria kepada Yohanes sebagai Ibu.
Andre: Menurut Pak Paul pribadi hal apa yang menyebabkan anda kagum kepada sosok kepribadian Bunda Maria? Pauletta: Saya kagum kepada Bunda Maria itu karena fiatnya yang mengatakan demikian : “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataanMu” hal ini menunjukkan keberanian Bunda Maria didalam menyerahkan dirinya kepada Tuhan yang luar biasa. Karena setelah kita telusuri peristiwa hidup bunda Maria terjadi banyak kejutan-kejutan yang menggoncangkan iman.
Misalnya saat melahirkan Yesus, mengungsi ke Mesir, hidup puluhan tahun di Nazareth, mengikuti Yesus yang ditolak di bait Allah, sampai puncaknya saat mengikuti Yesus di jalan salib hingga wafatNya. Dan Dia mendapat pertanyaan seperti ini pada saat itu “Inikah yang dikatakan ibu Yesus sang Mesias ?” namun Maria menerima semuanya itu dan merenungkan serta menyimpan dalam hatinya.
Theo: Suster, bagaimana tujuan dan maksud kelompok Legio Maria didalam penyampaian devosi kepada Bunda Maria ? Sr. Marta: Jadi maksud tujuan dari kelompok legio Maria disini. Mereka sebagai kelompok doa yang menamakan diri sebagai prajurit-prajurit Maria, yang bertujuan untuk menguduskan diri sendiri dan sekaligus menguduskan sesama. Didalamnya sangat ditekankan disiplin dalam berdoa dan merasul.
Andre: Suster selain doa Rosario yang kita bahas pada malam ini adakah doa lain yang juga merupakan devosi kepada Bunda Maria ? Sr. Marta: Tentu ada. Doa-doa itu seperti: Doa Angelus (Malaikat Allah), Novena Tiga Salam Maria, dan Litani Bunda Maria.
Andre: Bapak Paul, sebagai seorang yang aktif didalam Kelompok Legio Maria, tentunya anda tau tempat ziarah/gua Maria di daerah ini? Pauletta: Ya, ada beberapa tempat yang pernah saya singgahi seperti Gua Maria Bukit Rahmat atau yang lebih dikenal dengan sebutan Putak, Gua Maria di jalan raya Balikpapan-Samarinda km 45 dan juga satu lagi Gua Maria di daerah Amborawang.
Andre: Suster, berdasarkan pengalaman nyata penghayatan iman dengan Devosi kepada Maria sangat membantu umat dalam perjalanan menuju gerbang kebahagiaan di hadirat Bapa. Jadi mengapa bentuk kebaktian seperti itu tidak termasuk dalam sakramen ? Sr. Marta: Tidak setiap bentuk kebaktian yang menghubungkan kita dengan Allah masuk dalam sakramen. Sakramen adalah sakramen dan devosi adalah devosi. Pengertian sakramen itu khusus. Sakramen adalah tanda kelihatan (berupa kata dan perbuatan) yanug benar2 memberikan rahmat yang ditandakan kepada si penerima, asalkan dia siap untuk menerimanya. Sakramen secara amat efektif menyampaikan rahmat keselamatan dari Allah. Ada tujuh sakramen yang diakui Gereja sebagai sakramen yang diadakan oleh Yesus Kristus sendiri. Justru karena diadakan oleh Yesus sendiri, maka nilai sakramen mengatasi nilai devosi. Asal disertai pengertian dan penghayatan yang sama, nilai menerima sakramen tentunya lebih luhur daripada tidak melakukan devosi.
Theo: Anda adalah warga dari paroki St Petrus dan Paulus dahor ya. Kalau untuk di gereja Dahor sendiri bagaimana rutinitas khusus didalam menyambut bulan Rosario ini? Pauletta: Kalau untuk paroki Dahor sendiri dan saya rasa ini juga sama dengan di paroki-paroki lainnya. Tentunya doa rosario tidak hanya dilakukan pada bulan Rosario saja tetapi di bulan2 lainnya juga kami sering mengadakan doa Rosario di lingkungan/kring, baik itu dalam doa syukuran maupun ujud-ujud doa lainnya. Tetapi memang frekuensinya saja yang berbeda khusus pada Bulan Oktober ini kami lebih dianjurkan untuk berdoa Rosario.
Theo: Untuk kelompok doa Legio Maria sendiri bagaimana? Pauletta: Untuk Legio Maria juga sama setiap hari senin mulai jam 16:00 sampai dengan jam 17:30 kita mendaraskan doa Rosario baik itu peristiwa gembira, peristiwa sengsara dan peristiwa mulia.
Theo: Baik Suster ini pertanyaan saya yang terakhir. Bagaimana minat umat untuk bergabung didalam kelompok doa Legio Maria? Untuk berdoa kepada Bunda Maria? Sr. Marta: Nampaknya umat memang kurang berminat bergabung dalam kelompok Legio Maria. Ada beberapa penyebab misalnya karena belum mengerti secara mendalam apa itu Legio Maria, atau takut dengan aturan-aturan dan ikatan-ikatan dalam sistem Legio Maria, tidak punya waktu, dan sebagainya. Padahal menjadi anggota Legio Maria mempunyai banyak kesempatan untuk mengembangkan hidup rohani, merasul dan terlibat dalam kegiatan menggereja.
Banyak umat Non-Katolik dan termasuk juga sebagian umat Katolik mengira bahwa doa rosario adalah doa kepada Maria. Sesungguhnya doa rosario adalah doa kepada Tuhan Yesus, dengan meneladani intersesi (bantuan doa) Bunda Maria. Didalam doa Rosario Bunda Mariamenemanididalam doa, merenungkan peristiwa kelahiran, penderitaan, dan kemuliaan Putranya.
Doa Rosario menuntuk suasana yang tenang dimana misteri kehidupan Yesus dapat direnungkan dengan sepenuh hati.
CARA BERDOA ROSARIO
1.Aku Percaya 2.Bapa Kami 3.Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria 4.Salam, Bunda Allah Putra, Salam Maria 5.Salam, Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria 6. Kemuliaan
(Kemudian renungkan misteri dari kelompok peristiwa-peristiwa)
Peristiwa-peristiwa Gembira
1.Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel
2.Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya
3.Yesus lahir di kandang Betlehem
4.Yesus dipersembahkan di Bait Allah
5.Yesus diketemukan kembali di Bait Allah
Peristiwa-peristiwa Sedih
1.Yesus berdoa di Taman Getsemany
2.Yesus didera
3.Yesus dimahkotai duri
4.Yesus memanggul salibNya ke gunung Golgota
5.Yesus wafat pada salib
Peristiwa-peristiwa Mulia
1.Yesus bangkit dengan jaya
2.Yesus naik ke surga
3.Roh Kudus turun atas para rasul
4.Maria diangkat ke surga
5. Maria dimahkotai di surga
Peristiwa-peristiwa Terang
1.Yesus dibaptis di sungai Yordan
2.Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana
3.Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
4.Yesus menampakan kemuliaan-Nya
5. Yesus menetapkan Ekaristi
Tata cara Berdoa Rosario
Dalam nama Bapa… Aku percaya… (lihat no. 1-2) Kemuliaan kepada Bapa… (lihat no. 13) Terpujilah… (lihat no. 20) Bapa kami… (lihat no. 10-12)
Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria…(lihat no. 14) Salam, Bunda Allah Putra, - Salam Maria… Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Slam Maria…
Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti diatas. Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya menyusul Bapa kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilan. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.
Peristiwa-peristiwa Gembira, khususnya selama Masa Adven dan Natal 1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk1:26-38). 2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk1:39-45). 3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk2:1-7). 4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk2:22-40). 5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk2:41-52).
Peristiwa-peristiwa Sedih, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat 1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk22:39-46). 2. Yesus didera (Yoh19:1). 3. Yesus dimahkotai duri (Yoh19:2-3). 4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk22:26-32). 5. Yesus wafat di salib (Luk23:44-49).
Peristiwa-peristiwa Mulia, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu 1. Yesus bangkit dari kematian (Luk21:1-12). 2. Yesus naik ke surga (Luk24:50-53). 3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis2:1-13). 4. Maria diangkat ke surga (1Kor15:23; DS 3903). 5. Maria dimahkotai di surga (Why12:1, DS 3913-3917).
Peristiwa-peristiwa Terang. 1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat3:16-17) 2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh2:11) 3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23) 4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat17:2-5) 5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk14:22-24)
12. Dari Ps no 274 Didakhe 1X : 2-4 D/L Bapa, Engkau kami puji karena santapan kudus, yang Kau bagikan kepada kami dengan pengantaraan Yesus, Putra-Mu. U Terpujilah Engkau selama-lamanya D/L Bapa, Engkau kami puji karena kebenaran dan hidup, yang Kausampaikan kepada kami denganpengantaraan Yesus, Putra-Mu. U Terpujilah Engkau selama-lamanya D/L Bapa, sebagaimana roti yang kami bagi-bagi ini telah dikumpulkan dari banyak butir gandum yang tersebar di lereng-lereng gunung, sudilah Engkau menghimpun pula umat-Mu dari segala ujung bumi, dan mempersatukan mereka dalam kerajaan-Mu dengan perantaraan penyelamat kami, Yesus Kristus U Terpujilah Engkau selama-lamanya
Catatan 1: Setiap kali renungan-renungan itu: a.Didahului doa Bapa Kami, doa yg diajarkan oleh Yesus sendiri. Diucapkan dengan khidmat b.Disertai doa Salam Maria, yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dan salam dari Elisabet. Diucapkan dengan tenang sebagai pujian, dan diulang 10 kali seperti doa litani. c.Diakhiri doa Kemuliaan , sebagai permuliaan dan penyembahan kepada Allah Tritunggal.
Catatan 2: a. Peristiwa-persitiwa Gembira : Pada hari Senin dan Sabtu; pada masa Adven dan Natal. b.Peristiwa-peristiwa Sedih : Pada hari Selasa dan Jumat; pada masa Puasa. c.Persitiwa-peristiwa Mulia : Pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu; pada masa Paska. d. Peristiwa-peristiwa Terang : Pada hari Kamis.